SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas XI IPS SMA Negeri 4 Probolinggo

Ahmad Suhartono

Abstrak


ABSTRAK

 

Suhartono, Ahmad. 2017. Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Kelas XI IPS SMA Negeri 4 Probolinggo. Skripsi, Program Studi  Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dr. Didik Taryana, M.Si

 

Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Hasil Belajar Geografi

 

Model Problem Based Learning merupakan suatu rangkaian pembelajaran yang berorientasikan pada permasalahan dunia nyata. Model ini memiliki keunggulan dalam proses pembelajaran diberbagai mata pelajaran. Namun demikian, keunggulan  model ini belum begitu nampak dalam pembelajaran geografi. Hal ini diduga dipengaruhi oleh kurangnya kematangan persiapan rangkaian pembelajaran Problem Based Learning yang digunakan dalam pembelajaran geografi.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah keunggulan model problem based learning  berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa materi pelasterian lingkungan hidup kelas XI IPS SMA Negeri 4 Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang termasuk dalam penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 53 siswa dengan rincian 26 siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan 27 siswa kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal essai pretest dan posttest yang berjumlah 4 soal hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan uji-t dari data gainscore yang diperoleh dari selisih hasil pretest dan posttest. Uji-t digunakan untuk mengetahui pengaruh dari model problem based learning  terhadap hasil belajar geografi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan model problem based learning terhadap hasil belajar geografi siswa kelas eksperimen. Rata-rata skor hasil belajar siswa kelas ekperimen lebih tinggi 7,52 poin dari pada kelas kontrol. Dalam perhitungan uji hipotesis yang dilakukan, hasil Sig.(2-tailed) diperoleh 0,005 < 0,05 berdasar hal tersebut maka H0 ditolak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan diajukan dua saran. Pertama, kepada guru geografi, dalam menggunakan model problem based learning dianjurkan pada materi-materi yang memiliki banyak permasalahan, seperti kompetensi dasar menganalisis dinamika lingkungan hidup dan dinamika kependudukan. Kedua, kepada para peneliti selanjutnya, dengan variabel sama untuk melakukan eksperimen dengan lokasi, jenjang pendidikan, materi, atau mata pelajaran yang berbeda, agar kemanfaatan model ini meyakinkan.