SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Hasil Belajar Penerapan Pembelajaran Kontekstual Model REACT dan Pembelajaran Konvensional Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 7 Malang

elly mulia

Abstrak


ABSTRAK
Mulia, Elly. 2009. Perbedaan Hasil Belajar Penerapan Pembelajaran Kontekstual Model REACT dan Pembelajaran Konvensional Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.
Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual model REACT, hasil belajar.
Pembelajaran mempunyai peran yang penting dalam perbaikan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Memajukan kemampuan anak didik tidaklah mudah, karena sifat pembelajaran yang semakin kompleks. Guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana yang termasuk di dalam proses pembelajaran saling berhubungan.Guru mempunyai tugas memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik siswa serta materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pendidikan, khususnya belajar geografi. Model pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk peningkatan kemampuan anak didik dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran REACT merupakan singkatan dari Relating (menghubungkan), Experiencing (mengalami), Applying (Mengaplikasikan), Cooperating (bekerjasama, Transfering (memindahkan).
Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan hasil belajar antara penerapan pembelajaran kontekstual model REACT denngan pembelajaran konvensional mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 7 Malang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 7 Malang semester Genap tahun ajaran 2008/2009. Penelitian ini mengambil dua kelas, satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol.
Data penelitian dikumpulkan dengan cara pemberian tes kemampuan awal (prates) dan tes kemampuan akhir (pascates). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata tes kemampuan awal (prates) kelas eksperimen sebesar 49,428 dan nilai rata-rata tes kemampuan akhir (pascates) sebesar 79. Selisih skor hasil kemampuan awal (prates) dan kemampuan akhir (pascates) atau gain score sebesar 29,571.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar Geografi siswa yang menggunakan pembelajaran kontekstutual model REACT lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar untuk kelas eksperimen adalah 29,5714, sedangkan rata-rata untuk kelas kontrol adalah 17,8571. tesAnalisis data dilakukan dengan uji Paired Sample Test dengan bantuan SPSS 14.0 for Windows.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran kontekstual model REACT berpengaruh terhadap hasil belajar Geografi.Saran yang diajukan bagi guru bidang studi Geografi hendaknya menggunakan pembelajaran kontekstual model REACT agar hasil belajar siswa lebih baik.
i