SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Aktivitas dan Pendapatan Pekerja Industri Songkok di Perkotaan dan Perdesaan di Kabupaten Gresik.

Syafitri rahmadina purima

Abstrak


ABSTRAK
Rahmadina, Syafitri. 2009.Perbedaan Aktivitas dan Pendapatan Pekerja Industri Songkok di Perkotaan dan Perdesaan di Kabupaten Gresik. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing : (I) Drs. Budi handoyo M.Si (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.
Kata Kunci : aktivitas,pendapatan, pekerja industri Songkok.
Industri songkok beroperasi dengan didukung tenaga kerja atau pekerja yang tetap. Pekerja memiliki aktivitas kerja yang bervariasi sehingga pendapatannya bervariasi pula. Pendapatan mereka yang berbeda ditiap jenis pekerjaan dan juga masih tergolong rendah. Hal ini berpengaruh pada sumbangan pendapatan yang diberikan pada keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan aktivitas pekerja songkok yang meliputi: aktivitas dan pendapatan. Rancangan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan Pengambilan sampel responden menggunakan teknik purposive random sampling, seluruhnya 100 responden diantaranya 50 responden pedesaan dan 50 responden perkotaan dengan menggunakan metode angket sebagai alat pengumpul data. Pengambilan datan menggunakan 3 metode yaitu: observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis uji-t. Lokasi penelitian yang diambil pada Kelurahan Kroman dan Kecamatan Bungah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas pekerja industri songkok di pedesaan dan perkotaan meliputi pembuat sekaligus menjahit hiasan, dengan jam kerja rata-rata 7 sampai 8 jam perhari. Pengalaman pekerja songkok lebih dari 10 tahun dan paling sedikit adalah kurang dari 1 tahun dan mempelajari jenis pekerjaan sebagian besar adalah dari tetengga dan saudara sendiri, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pekerja yang berusia muda yaitu 20 sampai 30 tahun.Hasil analisis uji- t dengan bantuan program SPSS 14 for windows diperoleh nilai t hitung sebesar 1,501 dengan signifikan 0,137 maka dapat diambil kesimpulan jenis pekerjaan yang dilakukan pekerja songkok di perkotaan maupun pedesaan sama saja. Artinya jenis pekerjaan yang dilakukan tergantung pekerja. (2) Pendapatan perkotaan lebih tinggi yang rata-ratanya Rp 25.000,00. sedangkan pendapatan yang dimiliki responden pedesaan berpendapatan rendah yaitu rata-rata Rp 20.000,00. pekerja songkok di Kabupaten Gresik memiliki pendapatanpokok perhari, sedangkan pendapatan sampingan yang mereka peroleh tidak dapatdihitung, Dari hasil analisis uji t test diperoleh nilai t hitung sebesar 2,208, t tabel 1,984 dengan signifikan 0,030, karena thitung > t tabel dengan signifikan 1,984 dengan signifikan 0,030 < 0,05.
Perlunya meningkatkan keahlian pekerja songkok untuk dapat bisa belajar melakukan semua aktivitas pembuatan songkok karena hal itu akan meningkatkan pendapatan mereka. Diharapkan dari inisiatif dan meningkatnya motivasi kerja dapat menentukan produktivitas kerja para pekerja songkok di perkotaan dan pedesaan Kabupaten Gresik.
i