SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE UNTUK PENANGANAN BANJIR KOTA KEDIRI

Fatma Roisatin Nadhiroh

Abstrak


ABSTRAK

 

Nadhiroh, Fatma Roisatin. 2017. Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase untuk Penanganan Banjir Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Taryana, M.Si, (II) Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D.

 

Kata Kunci: Banjir, Sistem Drainase, Kapasitas Saluran Drainase, SWMM 5.1

 

Banjir di daerah perkotaan pada umumnya disebabkan oleh buruknya sistem drainase. Sistem drainase adalah sarana penting untuk pematusan, terutama di perkotaan. Kondisi sistem drainase di Kota Kediri belum berfungsi optimal, disebabkan adanya penyempitan pada saluran dan sedimentasi. Selain itu, berkurangnya area resapan dapat menambah beban saluran drainase dalam menampung air hujan. Hal ini dibuktikan dengan adanya banjir di beberapa ruas jalan ketika intensitas hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyebab banjir dan memberikan solusi penanganan banjir yang terjadi.

Metodologi yang digunakan adalah: 1) Pengumpulan data primer dan sekunder. 2) Analisis Hidrologi. 3) Analisis Hidraulika. 4) Analisis dimensi saluran drainase dan debit banjir menggunakan program SWMM 5.1. 5) Uji keandalan model SWMM 5.1. 6) Evaluasi kapasitas saluran drainase. Pengumpulan data primer diperoleh dari pengukuran dimensi dan pengukuran debit saluran eksisting. Pengumpulan data sekunder antara lain, data panjang saluran drainase dan kemiringan dasar saluran diperoleh dari Master Plan Saluran Drainase Kota Kediri Tahun 2016. Selain itu, data penggunaan lahan diperoleh dari citra satelit dan data curah hujan tahun 2006-2015.

Hasil uji keandalan model menggunakan nilai Nash = 0,69 dan RMSE = 0,224 menunjukkan bahwa pemodelan banjir menggunakan program SWMM 5.1 sesuai. Sehingga dapat digunakan untuk evaluasi kapasitas saluran drainase di Kota Kediri dengan periode ulang 5 tahun dan 10 tahun. Pada simulasi kondisi eksisting dengan periode ulang 5 tahun terdapat 3 saluran yang tidak memenuhi kapasitas dan pada periode ulang 10 tahun ada 5 saluran dari 39 saluran drainase. Adanya saluran-saluran yang tidak dapat menampung air hujan menyebabkan banjir sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perencanaan ulang untuk penanganan banjir. Perencanaan dimensi dilakukan dengan trial and error menggunakan program SWMM 5.1. Dimensi eksisting saluran C6 = 0,8m, diubah menjadi 1,3m; saluran C10 = 0,55m x 0,7m, diubah menjadi 1m x 1m; saluran C16 = 0,55m x 0,9m, menjadi 1,3m x 1m; saluran C17 = 0,28m x 0,9m, diubah menjadi 1,3m x 1m dan saluran C45 = 0,55m x 0,7m, diubah menjadi 1m x 1m. Satu saluran yang tidak meluap namun perlu dilakukan perubahan dimensinya, yaitu saluran C15. Sebab, apabila terjadi perubahan dimensi pada saluran C16 dan C17, maka kapasitas eksisting saluran C15 tidak dapat menampung air hujan pada periode ulang 10 tahun. Sehingga perubahan dimensi saluran tersebut dari 0,5m x 0,9m menjadi 1,3m x 0,9m.