SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 2 SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Anisa Kusumaningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Kusumaningrum, Anisa. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Mata Pelajaran Geografi Peserta Didik Kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si

 

Kata Kunci: Model Two Stay Two Stray (TSTS), Pemahaman Konsep

 

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 16 Februari 2017 di kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang, diketahui kemampuan memahami konsep masih tergolong rendah. Sebanyak 66% peserta didik memperoleh nilai Ulangan Tengah Semester Ganjil di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu 75. Hal tersebut menunjukkan bahwa hanya 34% saja peserta didik yang tuntas atau dikatakan paham terhadap materi yang diujikan guru pada saat ulangan. Model pembelajaran yang disarankan untuk mengatasi rendahnya kemampuan memahami konsep salah satunya dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), karena model ini memberikan kesempatan terhadap peserta didik untuk menentukan konsep sendiri dengan cara memecahkan masalah dan dapat diterapkan pada semua kelas atau tingkatan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada kompetensi dasar menganalisis bentuk-bentuk kearifan dalam pemanfaatan sumber daya alam bidang pertanian dan pertambangan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian peserta didik kelas XI IPS 2 yang berjumlah 33 orang. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, soal tes pemahaman, catatan lapangan, lembar keterlaksanaan model, dan dokumentasi. Untuk mengukur pemahaman konsep peserta didik menggunakan tes berupa soal uraian yang terdiri dari lima butir soal. Analisis data untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dilakukan dengan menggunakan metode komparasi yaitu membandingkan nilai rata-rata pemahaman konsep awal dengan nilai pemahaman konsep setiap akhir siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai tes pemahaman konsep pada siklus I dan siklus II. Hasil tes diperoleh dari kenaikan pra tindakan dengan siklus I yaitu 9,08%. Sedangkan antara siklus I dengan siklus II yaitu 12,39%. Rata-rata nilai tes kemampuan memahami konsep pada siklus I yaitu 75,27 menjadi 84,60 pada siklus II. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memfokuskan penggunakan model pembelajaran TSTS dalam peningkatan pemahaman konsep untuk mengungkapkan ide atau pendapat, (2) bagi peneliti selanjutnya disarankan agar memadukan Two Stay Two Stray (TSTS) dengan model pembelajaran lain supaya peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan berdampak lebih baik pada kemampuan pemahaman konsep peserta didik.