SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Implementasi Analytical Hierarchy Process Dan Sistem Informasi Geografi Untuk Penentuan Daerah Rawan Longsor Kota Batu

Andi Nurwinsyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurwinsyah, Andi. 2017. Implementasi Analytical Hierarchy Process Dan Sistem Informasi Geografi Untuk Penentuan Daerah Rawan Longsor Kota Batu, Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D. (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.

 

Kata Kunci : Pemetaan, Rawan Longsor, Sistem Informasi Geografi, Analytical Hierachy Process

 

Kota Batu merupakan daerah yang berpotensi terjadi tanah longsor karena memiliki kemiringan lereng rata-rata diatas 30 % dengan jenis tanah dominan adalah Latosol yang memiliki sifat peka terhadap erosi. Faktor hujan juga tidak kalah penting terhadap terjadinya tanah longsor di Kota Batu. Rata-rata intensitas curah hujan pada Kota Batu mempunyai lebih dari 1400 mm per tahun. Berdasarkan data statistik bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota (BPBD) Kota Batu mencatat telah terjadi sebanyak 39 lebih kejadian bencana tanah longsor di tahun 2016. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk meminimalisir terjadinya tanah longsor dengan melakukan pemetaan daerah rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah-daerah rawan longsor.

Penentuan daerah rawan longsor pada penelitian ini menggunakan lima variabel yaitu kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, geologi, dan jenis tanah. Penentuan daerah rawan longsor menggunakan operasi Sistem Informasi Geografi dengan metode Analytical Hierachy Process yaitu dengan perkalian setiap variabel - variabel yang sebelumnya sudah ditentukan bobotnya. Hasil dari analisis data variabel diperoleh Skor Kumulatif, nantinya dikelompokkan menjadi tiga kelas dengan kategori yaitu : 1. Kurang Rawan < 1.414 2. Rawan 1.415 – 2.828 3. Sangat Rawan 2.829 – 4.242.

Hasil studi menyebutkan wilayah Kecamatan yaitu, Kecamatan Bumiaji diperoleh nilai luas tingkat kerawanan bencana longsor pada tingkat ‘Tidak Rawan’ sebesar 0 km², tingkat ‘Rawan’ 14 km², dan tingkat ‘Sangat Rawan’ 108.3 km². Pada Kecamatan Batu diperoleh diperoleh nilai luas kerawanan longsor pada tingkat ‘Tidak Rawan’ sebesar 0 km², tingkat ‘Rawan’ 15.63 km², dan tingkat ‘Sangat Rawan’ 30.8 km². Kemudian yang terakhir pada Kecamatan Junrejo diperoleh nilai luas kerawanan longsor pada tingkat ‘Tidak Rawan’ sebesar 0 km², tingkat ‘Rawan’ 15.65 km², dan tingkat ‘Sangat Rawan’ 11.1 km².

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Nurwinsyah, Andi. 2017. Implementation of Analytical Hierarchy Process and Geographic Information System for Determination of Landslide Vulnerability Areas of Batu City, Thesis. Department of Geography, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Counselor: (I) Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D. (II) Drs. Rudi Hartono, M.Si.

 

Keywords: Mapping, Landslide, Geographic Information System, Analytical Hierarchy Process

 

Batu city is an area that has the potential of landslide because it has an average slope slope above 30% with dominant soil type is Latosol which has sensitive nature to erosion. Rainfall factor is also not less important to the occurrence of landslides in the city of Batu. Average rainfall intensity in Batu City has more than 1400 mm per year. Based on statistical data of Disaster Management Agency City (BPBD) Batu City noted there have been more than 39 incidents of landslide disaster in 2016. Therefore it is necessary efforts to minimize the occurrence of landslides by mapping landslide prone areas. This study aims to determine areas prone to landslides.

Determination of landslide prone areas in this study using five variable of slope, rainfall, land use, geology, and soil type. Determination of landslide vulnerability areas using the operation of Geographic Information System with Analytical Hierarchy Process method is by multiplication of each variable that have been determined by its weight. The results of the variable data analysis will be obtained Cumulative Score, will be grouped into three classes with categories namely: 1. Less Vulnerable < 1.414 2. Vulnerable 1.415 - 2.828 3. Very Vulnerable 2.829 - 4.242.

The result of the study indicates that the landslide vulnerability area Bumiaji Sub-district obtained by the value of the landslide vulnerability level at the Less Vulnerable level of 0 km², the Vulnerable level of 14 km², and the Very Vulnerable level of 108.6 km². In Batu sub-district is obtained the value of landslide susceptibility at level Less Vulnerable of 0 km², level Vulnerable 15.63 km², and level Very Vulnerable 30.8 km². Then the last one at Junrejo Sub-district was found the value of landslide vulnerability at Less Vulnerable level of 0 km², Vulnerable level of 15.65 km², and Very Vulnerable 11.1 km².