SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN INKUIRI BEBAS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMAN 1 KEPANJEN MALANG

Nindya Rianita Sinaga

Abstrak


ABSTRAK

 

Rianita, Nindya. 2017. Perbandingan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dan Inkuiri Bebas Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMAN 1 Kepanjen, Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si

 

Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Inkuiri Bebas, Berpikir Kritis.

Model pembelajaran Inkuiri adalah model pembelajaran yang sesuai dengan implementasi Kurikulum 2013. Setiap langkah pembelajaran Inkuiri mengasah kemampuan berpikir kritis siswa. Inkuiri terbimbing dan Inkuiri bebas merupakan jenis pembelajaran Inkuiri. Kedua jenis inkuiri tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, akan tetapi belum dapat diketahui penerapan jenis inkuiri yang lebih baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan inkuiri bebas di kelas X SMA Negeri 1 Kepanjen. Rancangan penilitian ini adalah Posttest Only yang termasuk dalam penelitian eksperimen semu. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis. Pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan berpikir kritis siswa setelah diberi perlakuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri bebas. Hasil uji-t terhadap kemampuan berpikir kritis siswa menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir kritis siswa kelas X yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih unggul daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri bebas. Keunggulan inkuiri terbimbing disebabkan adanya peran guru yang selalu membimbing dan mengarahkan siswa dalam melakukan penelitian. Siswa yang masih berada di kelas X semeseter 2 masih membutuhkan peran dan bimbingan guru. Inkuiri terbimbing terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Guru disarankan untuk menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada kelas X dalam proses pembelajaran, khususnya diterapkan pada kompetensi dasar yang menuntut kemampuan berpikir kritis.