SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X 6 SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI HIDROSFER

Tofan Tri Prasetyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Pembelajaran di SMA Brawijaya Smart School Malang masih dijumpai permasalahan. Masalah yang muncul adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X 6. Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dibuktikan dari hasil ulangan kelas X 6 dengan  jumlah peserta didik 26 orang menunjukkan 61% peserta didik yang belum tuntas dan 38% peserta didik tuntas. Peserta didik dalam kelas cenderung terbiasa menjawab soal tingkat C4 yang diajukan guru dengan jawaban setara dengan jawaban soal C1 dan C2. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah model inkuiri terbimbing yaitu model pembelajaran yang membantu peserta didik dalam merumuskan pertanyaan, mencari pemecahan masalah, dan mengembangkan tingkat berpikir dan keterampilan berpikir kritis.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Peserta didik kelas X 6 SMA Brawijaya Smart School yang berjumlah 26 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik berupa soal uraian yang terdiri dari 6 butir soal. Instrumen pelaksanaan tindakan yaitu lembar observasi dan catatan lapangan yang diisi oleh observer. Peningkatan kemampuan berpikir kritis diperoleh dari hasil nilai rata-rata setiap akhir siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat pada tiap siklus yakni sebesar 6,38 atau 8,94% pada pra siklus ke siklus I  dan peningkatan sebesar 2,16 atau 2,78% pada siklus I ke siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X 6 SMA Brawijaya Smart School Malang.

 

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikemukakan saran sebagai berikut: 1) bagi guru Geografi, diharapkan dapat menerapkan inkuiri terbimbing sebagai alternatif model yang bisa digunakan guna memacu peserta didik untuk berpikir kritis, 2) bagi sekolah, diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menghimbau guru untuk menerapkan inkuiri terbimbing dalam usaha meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik serta mutu sekolah, 3) bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk memadukan inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran yang lain agar peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan berdampak lebih baik pada kemampuan berpikir kritis peserta didik.