SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Estimasi Stok Karbon Hutan Mangrove Menggunakan Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI TIRS di Pesisir Muara Kali Porong Sidoarjo

Imam Mahmudi

Abstrak


ABSTRAK

 

Emisi gas rumah kaca meningkat 70% dari tahun 1970-2004, dimana sekitar 20% dipengaruhi oleh CO2. Luas Mangrove di Kabupaten sidoarjo mencapai 1.986,24 Ha pada tahun 2010. Keberadaan hutan mangrove menjadi potensi besar dalam pengendali ekosistem sebagai penyerap karbon karena kemampuan mangrove dalam menyerap karbon lebih tinggi 4 kali dari hutan tropis  lainnya. Maka dari itu, perlu diketahui distribusi hutan mangrove yang ada serta stok karbon yang dapat diserapnya. Data pendugaan stok karbon yang akurat dapat diperoleh melalui pengukuran lapangan, namun metode ini memerlukan waktu yang lama dan biaya mahal. Salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan tersebut adalah penggunaan teknologi penginderaan jauh, yaitu penggunaan citra resolusi sedang Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI TIRS. Spesifikasi citra satelit yang memiliki saluran gelombang merah dan inframerah yang sensitif terhadap vegetasi sangat membantu dalam hal analisis vegetasi mangrove.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji dinamika mangrove tahun 2001, 2006, 2011, 2016, (2) menduga potensi karbon tersimpan pada vegetasi mangrove, dan (3) mengetahui tingkat akurasi persamaan estimasi stok karbon mangrove di muara Kali Porong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi visual citra penginderaan jauh dan pengukuran lapangan. Interpretasi citra dilakukan untuk memperoleh nilai indeks vegetasi, kerja lapangan bertujuan untuk mendapatkan data stok karbon mangrove. Pembuatan persamaan estimasi melalui uji regresi linier sederhana antara kandungan karbon mangrove hasil pengukuran lapangan dengan hasil transformasi indeks vegetasi. Dari proses ini diperoleh citra hasil pengolahan yang mempunyai nilai dan sebaran karbon vegetasi mangrove pada setiap piksel.

 

Hasil penelitian menunjukkan dinamika mangrove di wilayah muara Kali Porong terlihat signifikan dari aspek spasial, Pada tahun 2001 diperoleh jumlah potensi karbon pada wilayah muara Kali Porong sebesar 338.643,39 ton dengan luas wilayah 343,62 Ha. Pada tahun 2006 potensi karbon sebesar 296.831,98 Ha dengan luas hutan mangrove sebesar 531,68 Ha. Sedangkan pada tahun 2011 potensi karbon sebesar 614.971,66 ton dengan luas mangrove sebesar 810,90 Ha. Persamaan estimasi stok karbon yaitu, Y= 16,717x – 1,567 dengan nilai korelasi 0,753. Hasil uji akurasi menggunakan standar eror estimasi menghasilkan nilai 3,219 ton/piksel. Berdasarkan hasil tersebut, hutan mangrove memiliki peran penting dalam menyerap karbon. Untuk keberlanjutan ekosistem mangrove di muara Kali Porong, perlu adanya upaya peningkatkan pengawasan dan pelestarian ekosistem mangrove.