SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 2 BANGKALAN

agus wahyu hadi sugito

Abstrak


ABSTRAK Wahyu, Agus. H.S. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Problem Posing untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Memecahkan Masalah pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Bangkalan. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Achmad Fatchan, M.Pd, M.P (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si. Kata kunci: pembelajaran kooperatif problem posing, hasil belajar, memecahkan masalah. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada 27 dan 29 Juli 2009 di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Bangkalan, diketahui siswa kurang terlibat aktif dalam pembelajaran, guru menjadi satu-satunya sumber belajar bagi mereka, dan hanya ada 5 siswa (10,64%) yang bertanya atau menjawab pertanyaan yang diajukan guru, sehingga kemampuan siswa memecahkan masalah kurang, karena siswa tidak terbiasa berfikir analisis. Selain itu hasil belajar yang dicapai siswa juga masih banyak yang belum memenuhi SKM yaitu 65, ketuntasan klasikalnya pun hanya 10,64% dan masih jauh dari KKM yang ditentukan sekolah yaitu 85%. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan, dimana pada pertemuan pertama dilakukan kegiatan pembelajaran dan pada pertemuan kedua dilakukan tes. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS 2 semester gasal tahun ajaran 2009-2010 SMA Negeri 2 Bangkalan yang berjumlah 47 siswa. Dalam penelitian ini data yang diperoleh hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah. Hasil belajar siswa diukur berdasarkan hasil tes pada siklus I dan siklus II, sedangkan kemampuan siswa memecahkan masalah dilihat dari jawaban tes siswa pada siklus I dan siklus II. Instrumen yang digunakan yaitu soal tes, lembar observasi dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa adanya peningkatan hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan maslah. Hal itu dapat diketahui dari rata-rata nilai tes pada siklus I yaitu 61,70 dan meningkat menjadi 75,10 pada siklus II, ketuntasan belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 44,68% kemudian meningkat lagi menjadi 91,48% pada siklus II. Rata-rata kemampuan siswa memecahkan masalah juga meningkat dari 61,70 pada siklus I menjadi 75,11 pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif Problem Posing dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan bagi guru bidang studi IPS Geografi di SMA Negeri 2 Bangkalan untuk menjadikan pembelajaran kooperatif Problem Posing sebagai salah satu pembelajaran alternatif, agar hasil belajar dan kemampuan siswa memecahkan masalah dapat lebih baik, dan bagi peneliti selanjutnya yang berminat menggunakan pembelajaran kooperatif Problem Posing, agar dapat dikembangkan lebih lanjut pada materi lain dan mengukur aspek yang lainnya.