SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Komparasi Pemilihan Alat Kontrasepsi MKJP dan Non MKJP oleh Wanita Pasangan Usia Subur di Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang

Miftakhul Armansyah

Abstrak


Armansyah, Miftakhul. 2017. Studi Komparasi Pemilihan Alat Kontrasepsi MKJP dan Non MKJP oleh Wanita Pasangan Usia Subur di Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si.

Kata Kunci: Studi Komparasi, Kontrasepsi, Variabel Antara, Wanita Pasangan Usia Subur

Kontrasepsi merupakan suatu metode yang digunakan untuk menurunkan angka kelahiran. Penggunaan alat kontrasepsi oleh wanita PUS di Kelurahan Bareng sudah tergolong tinggi dengan prevalensi MKJP yang cukup tinggi pula, yakni mencapai 44,68% jauh diatas angka nasional yang hanya mencapai 17,01%. Sementara itu, perbandingan jumlah akseptor MKJP dan non MKJP di Kelurahan Bareng adalah 44,68% dan 55,32%. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya dilakukan penelitian mengenai kontrasepsi di Kelurahan Bareng sehingga nantinya dapat dijadikan masukan untuk daerah lain dengan proporsi pemakaian kontrasepsi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wanita pasangan usia subur, mengetahui pemilihan alat kontrasepsi dan untuk mengetahui pemilihan alat kontrasepsi berdasarkan karakteristik wanita pasangan usia subur di Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif bertipe komparatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk analisis data yang digunakan adalah tabulasi tunggal, tabulasi silang dan uji Mann Whitney menggunakan aplikasi SPSS 16.00 for Windows.

Hasil penelitian menggambarkan bahwa sebagian besar pengguna KB pada wanita pasangan usia subur memiliki pendidikan tinggi, tidak bekerja, pendapatan tinggi, usia > 35 tahun, jumlah anak lahir hidup ≤ 2 orang, pengetahuan baik, dukungan suami baik, dan mendapatkan informasi dari PLKB. Proporsi pemilihan MKJP di Kelurahan Bareng telah mencapai angka 50%, sedangkan kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntik. Adapun 5 variabel yang berbeda secara signifikan terhadap pemilihan alat kontrasepsi, yakni variabel pendidikan, pendapatan keluarga, usia, pengetahuan, dan informasi dari PLKB.