SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXCLUSIVE (EXPLORING, CLUSTERING, SIMULATING, VAULING, AND EVALUATING) UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SISWA TERHADAP BENCANA DI SMA HASANUDDIN WAJAK

Septian Lutfianto

Abstrak


ABSTRAK

Lutfianto, Septian. 2017. Penerapan Model Pembelajaran (EXCLUSIVE) exploring, clustering, simulating, vauling, and evaluating untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana di SMA Hasanuddin. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:       (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Syamsul Bachri, S.Si, M.Si, Ph.D

Kata Kunci: Model pembelajaran exploring, clustering, simulating, vauling, and   evaluating, Kesiapsiagaan Bencana,           

Permasalahan yang dihadapi siswa SMA Hasanuddin adalah kesiapsigaan terhadap bencana. Hal ini dibuktikan dari hasil observasi awal dengan nilai rata-rata 55,12. Hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa siswa berada pada kategori hampir siap dalam menghadapi bencana, maka dari itru perlu diterapkanya model pembelajaran yang tepat.

Solusi untuk meningkatkan hasil awal dari observasi tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran exploring, clustering, simulating, vauling, and evaluating. Model ini menaruh pengertian mengenai paham, sadar dan siaga yang nantinya dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana. Model ini memiliki tahapan simulasi yang mampu untuk membuat meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana.

Penelitian ini bertujuan untuk penerapan model pembelajaran exploring, clustering, simulating, vauling, and evaluating dalam kesiapsiagaan siswa terhadap bencana di SMA Hasanuddin pada tahun ajaran 2016/2017, subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas X-IS 1 SMA Hasanuddin dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Desain penelitian tindakan kelas ini adalah model Kemmis dan Mc Tanggart yang berisi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah test untuk mengukur kesiapsiagaan siswa terhadap bencana.

Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran exploring, clustering, simulating, vauling, and evaluating dapat meningkatan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai kesiapsiagaan siswa terhadap bencana setelah dilakukan model pembelajaran exploring, clustering, simulating, vauling, and evaluating, yakni pada pratindakan nilai rata-rata 55,12 meningkat menjadi nilai rata-rata 61,58 pada siklus I, artinya terjadi peningkatan sebesar 4,46. Tahap selanjutnya dilakukan perbaikan oleh guru peneliti sehingga terjadi peningkatan yang sangat baik pada siklus II dengan nilai rata-rata 76,27, ini menunjukkan bahwa dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 14,69. Peningkatan ini terjadi karena adanya tahapan simulasi di dalam model pembelajaran exploring, clustering, simulating, vauling, and evaluating yang mengakiabatkan adanya peningkatan.