SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Aglomerasi Industri Manufaktur, Tenaga Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan Pertumbuhan Ekonomi Kota Surabaya Tahun 2011-2015.

Alistiqomah .

Abstrak


ABSTRAK

 

Al Istiqomah. 2016. Hubungan Aglomerasi Industri Manufaktur, Tenaga Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan Pertumbuhan Ekonomi Kota Surabaya Tahun 2011-2015. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. M. Yusuf Idris.

 

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Aglomerasi Industri Manufaktur, Tenaga Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia

 

Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian bagi suatu negara dalam jangka panjang, karena pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari suatu periode ke periode berikutnya. Pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya pada tahun 2015 di bulan januari sampai maret mengalami penurunan sebesar 6%, maka  dari itu perlu dilakukan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah faktor aglomerasi industri manufaktur, tenaga kerja dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. Daerah penelitian ini ada di sembilan kecamatan yang merupakan kawasan industri. Kawasan industri manufaktur yang ada di Kota Surabaya diantaranya adalah Kecamatan Asemrowo, Kecamatan Benowo, Kecamatan Gunung Anyar, Kecamatan Kenjeran, Kecamatan Pabean, Kecamatan Rungkut, Kecamatan Tandes, Kecamatan Tambak Sari dan Kecamatan Tenggilis Mejoyo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aglomerasi industri manufaktur, tenaga kerja dan indeks pembangunan manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya tahun 2011-2015. Metode analisis aglomerasi industri menggunakan rumus indeks balassa. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal dan uji statistik spearman rank.

Hasil analisis uji spearman rank menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir variabel dependen yaitu aglomerasi industri manufaktur, tenaga kerja dan indeks pembangunan manusia (IPM) berhubungan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya pada tahun 2011-2015. Aglomerasi industri memiliki hubungan yang kuat, adanya aglomerasi dapat menghemat biaya produksi suatu barang dan jasa, karena industri yang berdekatan.

Saran yang diajukan berdasarkan penelitian ini adalah : (1) Kota Surabaya memiliki jumlah tenaga kerja yang besar, sebaiknya dapat diimbangi dengan adanya kualitas tenaga kerja, dengan meningkatnya kualitas tenaga kerja, maka produktivitas akan meningkat dan lebih baik lagi. (2) Pemerintah pusat atau daerah diharapkan dapat memberikan atau mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat lebih meningkatkan IPM Kota Surabaya.