SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS MENTAL MAP MAHASISWA TERHADAP LANDMARK KOTA MALANG

Mustika Purboretno

Abstrak


ABSTRAK

 

Purboretno, Mustika. 2017. Analisis Mental Map Mahasiswa Terhadap Landmark Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Rudi Hartono, M. Si (II) Purwanto,     S. Pd, M.Si

 

Kata Kunci: Mental Map, Landmark, Mahasiswa Geografi

 

Mental map merupakan proses pemahaman dan daya ingat seseorang yang dapat menggambarkan, mengkodekan, menyimpan serta mengolah informasi tentang lingkungan spasialnya. Analisis mental map mahasiswa terhadap landmark Kota Malang yang dimaksud yaitu penanda yang mudah diingat oleh mahasiswa sebagai acuan untuk mengingat tempat satu ke tempat lain, baik itu nama jalan, nama tempat ataupun sebuah bangunan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan mental map mahasiswa tentang landmark Kota Malang. Serta menganalisis faktor yang mempengaruhi kemampuan mental map mahasiswa terhadap landmark. Faktor yang mempengaruhi yaitu lama tinggal mahasiswa, tingkat semester dan tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap landmark yang ada di Kota Malang.

Penelitian ini dirancang menggunakan metode survey dengan mengisi kuesioner. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dimana untuk mengetahui nilai variabel dependen, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungan dengan variabel lain. Data primer penelitian ini data dari kuesioner, data sekunder berupa data jumlah mahasiswa dan data landmark Kota Malang.

Hasil penelitian ini menunjukkan elemen-elemen mental map dan faktor yang mempengaruhi mental map mahasiswa. Elemen tersebeut dibagi menjadi 5 yaitu (1) jalur sirkulasi (paths) dengan jumlah indeks sebesar 0,92. (2) Batas wilayah (edges) dengan jumlah indeks 0,95. (3) Simpul (nodes) dengan jumlah indeks sebesar 0,66. (4) Kawasan (district) dengan jumlah indeks sebesar 0,78. (5) Penanda (landmark) dengan jumlah indeks sebesar 0,84.

Pengetahuan tentang mental map disini masih kurang, diharapkan mahasiswa mampu memahami mental map lebih dalam. Mental map tidak hanya digunakan dalam pemahaman tentang landmark saja, biasanya digunakan pada saat proses pembelajaran.