SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pemecahan Masalah terhadap Keterampilan Berpikir Keruangan pada Mata Pelajaran Geografi untuk Siswa Kelas XI IIS Di SMAN 2 Batu

Arizky Putra Perdana Zulmy

Abstrak


ABSTRAK

 

Zulmy, Arizky Putra Perdana. 2017. Pengaruh Model Pemecahan Masalah Terhadap Keterampilan Berpikir Keruangan Pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas IIS XI SMA Negeri 2 Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Budi Handoyo, M.Si, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si.

 

Kata kunci: Keterampilan Berpikir Keruangan, Model Pemecahan Masalah

Keterampilan berpikir keruangan diperlukan untuk mengembangkan suatu kreativitas yang dimiliki oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan keterampilan berpikir keruangan dapat melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa mendiskripsikan, menganalisis maupun pencarian kesimpulan terhadap masalah. Keterampilan berpikir keruangan dapat berkembang apabila didukung dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai yaitu melalui aktivitas siswa yang bemakna melalui pengalaman untuk mengerjakan secara mandiri dan menekankan pada kegiatan aktif. Model pembelajaran yang sesuai dengan kinerja mandiri siswa adalah model pembelajaran pemecahan masalah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pemecahan masalah terhadap keterampilan berpikir keruangan siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (quasy experiment), menggunakan rancangan Pretest-posttest Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, siswa kelas XI IIS SMAN 2 Batu. Instrumen penelitian berupa lembar tes yang digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir keruangan siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 16.0 for Windows.

Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan berpikir keruangan siswa yang menggunakan model pemecahan masalah lebih baik daripada siswa yang tidak menggunakan model pemecahan masalah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pemecahan masalah berpengaruh terhadap keterampilan berpikir keruangan siswa.

 

 Berdasarkan temuan penelitian diajukan dua saran. Pertama, untuk memperbaiki keterampilan berpikir keruangan, disarankan kepada guru geografi menggunakan model pemecahan masalah, terutama untuk kompetensi dasar yang memerlukan keterampilan berpikir keruangan, seperti menganalisis masalah dinamika kependudukan, pemanfaatan sumber daya alam, dan pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Kedua, untuk peneliti lanjut disarankan untuk menguji coba model pemecahan masalah terhadap materi yang berbeda, disarankan pula untuk menambah atau menggunakan variabel seperti kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, berpikir analitis dan keterampilan berpikir keruangan.