SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Mata Pelajaran Geografi Kelas X-d SMA Negeri 9 Malang

A. Marzuqi Nursamsuri .

Abstrak


ABSTRAK

 

Nursamsuri, A. Marzuqi. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi pada Mata Pelajaran Geografi Peserta Didik Kelas X-D SMA Negeri 9 Malang. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd. (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.

 

Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi, Mata Pelajaran Geografi.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas X-D SMA Negeri 9 Malang cenderung rendah. Rendahnya kemampuan berpikir peserta didik diketahui dari hasil wawancara  dengan guru mata pelajaran geografi yang mengatakan bahwa peserta didik mengalami kesulitan untuk menjawab soal-soal pada tingkatan ranah kognitif C4 sampai C6. Pengamatan yang dilakukan di kelas saat pembelajaran berlangsung menunjukkan kurangnya aktifitas peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya.  Pembelajaran yang dilakukan nampak terpusat pada guru sehingga peserta didik cenderung pasif dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Subjek penelitian yaitu kelas X-D SMA Negeri 9 Malang  dengan jumlah peserta didik 34 orang. Data dalam penelitian ini adalah data kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang diperoleh melalui instrumen penelitian berupa soal tes di setiap akhir siklus.

Diketahui dari hasil penelitian bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada kelas X-D. Dari data pra-tindakan nilai rata-rata peserta didik yaitu 58,54. Setelah tindakan siklus I nilai rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik menjadi 62,31 yang berarti terdapat peningkatan sebesar 6,44% dari data pra-tindakan. Sebelum dilaksanakan tindakan siklus II terlebih dahulu dilakukan refleksi untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan siklus I yang selanjutnya diterapkan langkah-langkah perbaikan pada pelaksanaan siklus II. Hasil siklus II menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik secara signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 93,29 yang berarti terdapat peningkatan sebesar 49,72% dari data siklus I.

 

Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelas X-D SMA Negeri 9 Malang. Model pembelajaran Problem Based Learning dinilai sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Dari penelitian ini terdapat saran untuk peneliti selanjutnya. Saran-saran tersebut antara lain adalah penataan tempat duduk kelompok tidak bisa diubah oleh peserta didik, setiap individu harus memiliki catatan hasil diskusi, sebelum presentasi semua lembar jawaban LKPD dikumpulkan agar semua peserta didik fokus mengikuti presentasi, dan guru harus memberikan motivasi untuk peserta diri percaya diri mengemukakan pendapat.