SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN THINK PAIR SHARE DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMECAHKAN MASALAH SUMBER DAYA ALAM SISWA KELAS XI IS-1 DI SMA NEGERI 7 MALANG

Amelya Rizqi Lestari

Abstrak


ABSTRAK
 
Lestari, Amelya Rizqi. 2010.  Penerapan Think Pair Share dalam Upaya
Meningkatkan Kompetensi Memecahkan Masalah Sumber Daya Alam
siswa Kelas XI IS-1 di SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan
Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing :
(I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd, (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd.
M.Si
 
Kata Kunci: model pembelajaran  think pair share, kompetensi memecahkan
masalah.
 
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMA Negeri 7 Malang
diketahui bahwa dalam pembelajaran geografi, guru menggunakan metode
ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Diskusi yang dilakukan guru melibatkan 1-6
siswa dalam satu kelompok, banyak siswa yang mengandalkan anggota kelompok
lainnya sehingga mempengaruhi pada kompetensi siswa dalam memecahkan suatu
permasalahan. Pada hasil ulangan tegah  semester (UTS), diketahui siswa yang
mencapai KKM sebanyak 16 orang (46%), sedangkan 19 orang (54%) belum
mencapai KKM. 
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action
Research). Penelitian ini menggunakan 2 siklus. Tujuan untuk meningkatkan
kompetensi memecahkan masalah geografi  siswa kelas XI IS-1 SMA Negeri 7
Malang melalui penerapan model pembelajaran  Think Pair Share (TPS).Satu
siklus terdiri dari dua  kali pertemuan. Masing-masing pertemuan terdiri dari
pertemuan pertama 2 jam pelajaran, pertemuan kedua 1 jam pelajaran. Alokasi
waktu 1 jam pelajaran terdiri dari 45 menit. Tindakan yang dilakukan yaitu model
pembelajaran  Think Pair Share dengan langkah-langkah: (1) guru memberikan
kesempatan siswa untuk berpikir secara individu (thinking), (2) siswa berpasangan
dengan kelompoknya untuk mendiskusikan  hasil pemikiran mereka mengenai
pertanyaan guru (pairing), (3) pasangan-pasangan tersebut membagikan ide
mereka dengan seluruh kelas (sharing). Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu lembar observasi dan catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi siswa dalam
memecahkan masalah mengalami peningkatan  dari siklus I ke siklus II. Pada
siklus I, (1) mengidentifikasi masalah 100%, (2) merumuskan masalah 94%, (3)
menganalisis masalah 88%, (4) menarik kesimpulan 51%, (5) mencari solusi
pemecahan masalah 60%. Rata-rata persentase kompetensi memecahkan masalah
sebesar 79,1%. Pada siklus II, (1) mengidentifikasi masalah 89%, (2) merumuskan
masalah 100%, (3) menganalisis masalah 94%, (4) menarik kesimpulan 94%, (5)
mencari solusi pemecahan masalah 80%. Rata-rata persentase kompetensi
memecahkan masalah sebesar 91%. Adapun saran yang diberikan yaitu: (1) bagi
guru geografi disarankan untuk menggunakan model  Think Pair Share untuk
meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, (2) guru hendaknya melakukan
manajemen waktu dan harus mampu mengelola kelas dengan baik, (3) bagi
peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka
memperbaiki kualitas pembelajaran model  Think Pair Share dengan subjek
penelitian yang berbeda.