SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Devision (STAD) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Kepanjen

rafika cahyaningtyas

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan observasi dan hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 17 September 2016 di kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Kepanjen terdapat permasalahan geografi yaitu minat belajar yang rendah. Hal ini ditandai dengan perilaku peserta didik saat pembelajaran berlangsung. Kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru, peserta didik hanya duduk, mendengar, mencatat dan kurang aktif dalam diskusi menunjukkan minat belajar yang rendah.  Kurangnya semangat dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran merupakan penyebab dari minat yang rendah.

Berdasarkan masalah diatas solusi yang dapat dilakukan yaitu menggunakan model pembelajaran STAD karena model ini menekankan pada pembelajaran kelompok dan bekerjasama antar tim. Model STAD ini sangat membantu dalam meningkatkan minat karena dalam tahapan pembelajarannya terdapat kuis dan rekognisi tim atau penghargaan. Tahapan tersebut berupaya membuat peserta didik untuk belajar lebih giat agar mendapatkan nilai terbaik.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik dengan penerapan  model pembelajaran STAD. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IIS 2 SMA Negeri 1 Kepanjen Kabupaten Malang. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data minat belajar dilakukan dengan pemberian angket pada siklus I dan siklus II. Instrumen yang digunakan antara lain: pedoman wawancara guru dan peserta didik, Lembar kegiatan peserta didik, lembar observasi keterlaksanaan model pmbelajaran STAD, lembar catatan lapangan, dan angket minat belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif.

 

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar pada siklus I dan siklus II. Rata-rata minat belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II sebesar 64,04% dan 73,23%. Peningkatan minat belajar dengan penerapan model pembelajaran STAD pada siklus I dan siklus II sebesar 9,19%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD dapat meningkatkan minat belajar peserta didik. Saran yang diajukan pada kegiatan refleksi silklus I yaitu penguasaan kelas oleh guru agar kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD lebih tepat, sedangkan pada siklus II sebaiknya tetap memberikan motivasi agar tetap mempunyai minat belajar. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memodifikasi model STAD agar lebih menarik