SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X-IIS 1 SMAN 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

Mokhamad Firmansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Firmansyah, Mokhamad. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X-IIS 1 SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si., (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: Model Pembelajaran Discovery dan Kemampuan Berpikir Analitis

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yaitu rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa. Rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa disebabkan karena kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru yang menyebabkan siswa tidak bisa mengembangkan kemampuan berpikir analitis.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan model pembelajaran Discovery pada mata pelajaran Geografi di kelas X-IIS 1 SMAN 1 Lawang Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan 2 siklus, yaitu siklus I dan II. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan penelitian, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-IIS 1 SMAN 1 Lawang dengan jumlah 33 siswa. Intrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir analitis, lembar observasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data berupa pengukuran kemampuan berpikir analitis siswa secara klasikal yang dipersentasekan dan pengukuran peningkatan kemampuan berpikir analitis setiap siklus.

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir analitis siswa yang diketahui dari hasil tes kemampuan berpikir analitis. Dari nilai tes kemampuan analitis sebelumnya, siswa memperoleh nilai rata-rata 64,21 yang termasuk dalam klasifikasi C- dan ini belum menerapkan model pembelajaran Discovery. Siklus I memperoleh nilai rata-rata 71,67 yang termasuk dalam klasifikasi C+ dengan peningkatan 11,61%. Pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 81,21 yang termasuk dalam klasifikasi B dengan peningkatan 24,92%. Indikator kemampuan berpikir analitis seperti memerinci atau memisahkan suatu fenomena dan mengaitkan unsur-unsur dalam fenomena/permasalahan secara logis dan menggambarkan fenomena secara komprehensif terdapat pada jawaban siswa. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran Discovery dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas X-IIS 1 SMAN 1 Lawang.

 

Saran pada penelitian ini adalah memberikan pendampingan yang lebih kepada siswa terutama kepada siswa yang belum pernah mendapatkan model pembelajaran ini. Pemilihan materi juga harus diperhitungkan agar nantinya tidak menyita banyak waktu karena tidak semua materi cocok dengan pembelajaran ini.