SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN LOCAL AREA NETWORK YANG TERKONEKSI DENGAN SPEEDY DI SMP NEGERI 1 PANDAAN

Rini Yuliarsih

Abstrak


PENGEMBANGAN LOCAL AREA NETWORK YANG
TERKONEKSI DENGAN SPEEDY DI
SMP NEGERI 1 PANDAAN
Rini Yuliarsih
ririn_0207@yahoo.co.id
Pembimbing : (I) I MADE WIRAWAN, ST, SST., (II) ANIK NUR
HANDAYANI, ST, MT.
Teknisi Komputer dan Jaringan
Universitas Negeri Malang
Abstrak
Koneksi internet di SMP Negeri 1 Pandaan sudah merupakan kebutuhan,
baik bagi siswa maupun guru dan stafnya. Pemanfaatan laptop sebagai media
pembelajaran memaksa SMP Negeri 1 Pandaan untuk menyediakan layanan
hotspot di lingkungan sekolah menggunakan kabel atau nirkabel. Jumlah
pengguna yang cukup banyak mengharuskan jaringan disertai dengan topologi
yang tepat dan pengaturan hak akses.
Secara umum Pengembangan Local Area Network yang Terkoneksi
dengan Speedy di SMP Negeri 1 Pandaan terdapat beberapa rumusan masalah
yang harus diselesaikan, diantaranya bagaimana desain topologi jaringan yang
tepat dan efisien agar koneksi internet bisa dinikmati oleh semua klien. Rumusan
masalah yang kedua adalah bagaimana mengatur IP address yang tepat agar
komputer siswa tidak bisa akses file guru yang di-share untuk kepentingan
internal guru.
Untuk menghasilkan jaringan yang tepat dalam menyelesaikan rumusan
masalah diatas desain topologi menggunakan heararchical. Hak akses dan
pengaturan kapasitas bandwidth dilakukan pada router mikrotik RB750.
Pengaturan difokuskan pada tingkatan pengguna mulai dari siswa, guru, pengguna
laboratorium maupun pengunjung sekolah atau tamu. Masing-masing pengguna
diberi password dan kapasitas bandwidth yang berbeda.
Pengembangan Local Area Network yang Terkoneksi dengan Speedy di
SMP Negeri 1 Pandaan menghasilkan sebuah jaringan yang dibagi dalam tiga
group LAN dan menghubungkan seluruh komputer sekolah sebanyak 75 unit.
Batasan maksimal jumlah klien yang bisa koneksi internet sebanyak 71 klien,
termasuk administrator. Meski demikian, akses internet pada saat digunakan
secara bersamaan sangat lambat. Selama uji coba, kecepatan akses internet yang
ideal ketika hanya digunakan oleh 21 komputer dan 10 laptop menggunakan
koneksi wireless.