SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGATURAN HAK AKSES PENGGUNA INTERNET DAN HOTSPOT DI SMP NEGERI 1 PANDAAN

Nanang Suhita Sutisno

Abstrak


PENGATURAN HAK AKSES PENGGUNA INTERNET DAN HOTSPOT
DI SMP NEGERI 1 PANDAAN
Nanang Suhita Sutisno
www.nanangsuhita.com
Fakultas Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang
Abstrak
Internet sudah merupakan kebutuhan di SMP Negeri 1 Pandaan, baik bagi
siswa maupun guru dan stafnya. Pemanfaatan laptop sebagai media pembelajaran
mengharuskan SMP Negeri 1 Pandaan untuk menyediakan layanan hotspot di
lingkungan sekolah. Jumlah pengguna yang cukup banyak membutuhkan jaringan
dengan topologi yang tepat dan pengaturan hak akses baik.
Secara umum Pengaturan Hak Akses Pengguna Internet dan Hotspot di
SMP Negeri 1 Pandaan terdapat terdapat beberapa rumusan masalah yang harus
diselesaikan, diantaranya bagaimana mengatur hak akses klien dan mengatur
kapasitas bandwidth yang diberikan pada masing-masing pengguna serta
bagaimana memblokir situs porno agar tidak bisa diakses oleh pengguna internet
di SMP Negeri 1 Pandaan. Rumusan masalah yang kedua adalah bagaimana
mengatur hak akses klien dan mengatur kapasitas bandwidth yang diberikan pada
masing-masing klien.
Untuk menghasilkan jaringan yang tepat dalam menyelesaikan rumusan
masalah diatas desain topologi menggunakan heararchical. Hak akses dan
pengaturan kapasitas bandwidth dilakukan pada router mikrotik RB750.
Pengaturan difokuskan pada tingkatan pengguna mulai dari siswa, guru, pengguna
laboratorium maupun pengunjung sekolah atau tamu. Masing-masing pengguna
diberi password dan kapasitas bandwidth yang berbeda. Teknik blokir situs porno
menggunakan DNS.
Pengaturan Hak Akses Pengguna Internet dan Hotspot di SMP Negeri 1
Pandaan dengan jaringan yang dibagi dalam tiga group LAN cukup mampu
menghubungkan seluruh komputer sekolah sebanyak 75 unit. Batasan maksimal
jumlah klien yang bisa koneksi internet sebanyak 71 klien, termasuk
administrator. Meski demikian, akses internet pada saat digunakan secara
bersamaan sangat lambat. Selama uji coba, kecepatan akses internet yang ideal
ketika hanya digunakan oleh 21 komputer dan 5 laptop menggunakan koneksi
wireless.