SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik

Amalia Ainur Rofiqoh

Abstrak


ABSTRAK

 

Kemampuan berpikir kritis merupakan tuntutan kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas VII E, SMP Shalahuddin Malang, ditemukan fakta bahwa peserta didik dalam kelas belum mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis ini ditunjukkan dengan adanya respons peserta didik terhadap suatu informasi berupa pertanyaan yang bersifat menyelidik dan tanggapan dari sudut pandang yang berbeda baik secara tertulis maupun lisan. Perilaku ini merupakan indikator dari kemampuan berpikir kritis yang belum terlihat pada peserta didik dalam kelas VII E, SMP Shalahuddin Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik yang terdiri dari lima tahap pembelajaran dalam upaya mengembangkan kemampuan berpikir kritis sesuai dengan karakteristik pembelajaran dengan pendekatan saintifik.Langkah-langkah pendekatan saintifik dimulai dari tahap mengamati, gurumenyajikan tayangan video, gambar, dan cerita yang disertai gambar. Peserta didik diminta untuk menuliskan informasi yang diperoleh serta memberikan saran. Tahap menanya, peserta didik membuat pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan yang harus memuat kata kunci terkait materi dan menggunakan kata tanya yang telah disepakati. Pada tahap mengeksplorasi peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan kelompok dan mengerjakan soal. Tahap mengasosiasi dilakukan dengan memberikan peserta didik beberapa pertanyaan untuk menyimpulkan materi yang dipelajari. Tahap mengomunikasikan, peserta didik diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesimpulan secara lisan maupun tertulis.Penelitian ini dilakukan menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di kelas VII E, SMP Shalahuddin Malang yang berisi 33 peserta didik.

 

Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada domain kognitif meningkat. Ditinjaudari peningkatan  12 menjadi 17pertanyaan dan tanggapan yang berada pada level analisis, sintesis, dan evaluasi selama pembelajaran. Terdapat penurunan banyak peserta didik yang menunjukkan kemampuan berpikir kritisdari 66.67% menjadi 60.6% pada siklus I ke siklus II.Terdapat peningkatan dari 22 menjadi 31pertanyaan yang bersifat menyelidik dari siklus I ke siklus II serta peningkatan sebanyak 17 tanggapan dari sudut pandang berbeda yang diajukan oleh peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.