SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Faktor Predisposisi terhadap Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal pada Akseptor KB di Kecamatan Lowokwaru Tahun 2016

Dewi Aisyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Aisyah, Dewi. 2017. Pengaruh Faktor Predisposisi terhadap Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal pada Akseptor KB di Kecamatan Lowokwaru Tahun 2016. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto,. M.Si.

 

Kata Kunci: Keluarga Berencana, Kontrasepsi Hormonal, Faktor Predisposisi, Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal

Peningkatan jumlah penduduk telah terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Provinsi Jawa Timur menduduki urutan kedua dengan jumlah penduduk sebesar 37,476,757 jiwa) dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,76% (BPS, 2012). Upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan melaksanakan program Keluarga Berencana (KB). Proporsi penggunaan alat atau cara KB dinyatakan dengan Contraceptive Prevalence Rate (CPR) pada kelompok wanita kawin usia 15-19 tahun, yaitu sebesar 46%. Angka CPR tersebut lebih rendah bila dibandingakan dengan targert RPJM tahun 2014 yaitu 60,1%. Penggunaan alat kontrasepsi yang paling diminati masyarakat di Kecamatan Lowokwaru adalah suntik sebesar 49% dan pil KB sebesar 11%.

Penggunaan alat kontrasepsi yang paling diminati masyarakat di Kec.Lowokwaru adalah suntik sebesar 49% dan pil KB sebesar 11%. Penggunaan kontrasepsi hormonal meningkat tajam bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya seperti IUD, MOP, dan MOW.

Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto, jenis penelitian termasuk pada penelitian korelasional, desain penelitian cross sectional. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tabulasi tunggal, tabulasi silang, dan regresi linier

Hasil tabulasi tunggal dan tabulasi silang yaitu usia responden terbanyak diatas 45 tahun, ,pendidikan respoden tertinggi lulusan SLTA, pendapatan responden tertinggi Rp 500.000 - < Rp 2.500.000, jumlah anak terbanyak pada responden yang memiliki 2 anak, dan lama penggunaan kontrasepsi responden tertinggi selama 3 tahun.

Karakteristik responden berdasarkan umur ibu rata-rata terbesar adalah golongan usia 39-44, responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir (tahun sukses) rata-rata terbesar adalah lulusan perguruan tinggi, responden berdasarkan pendapatan rata-rata terbesar adalah golongan pendapatan Rp 2.600.000-Rp 4.600.000, sedangkan responden berdasarkan paritas (jumlah anak) rata-rata terbesar adalah ibu yang memiliki 4 anak.

 

Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahawa variabel umur, pendapatan, dan paritas (jumlah anak)berpengaruh positif dan signifikan terhadap lama penggunaan kontrasepsi hormonal sedangkan variabel pendidikan tidak berpengaruh positif terhadap lama penggunaan kontrasepsi hormonal.