SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Fertilitas Pada Kampung KB dan Bukan Kampung KB di Desa Krucil Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Tahun 2016

Nilta Ika Dewi Fatmawati

Abstrak


ABSTRAK

 

TFR (Total Fertility Rate) di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2014 adalah 2,15, sedangkan pada tahun 2015 mencapai 2,25. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Probolinggo merupakan kabupaten dengan jumlah pernikahan  muda terbanyak kedua di Jawa Timur. Hingga akhir Mei 2016, 45,08% merupakan pernikahan dibawah usia 20 tahun. Penyumbang terbesar pernikahan muda di Kabupaten Probolinggo adalah Desa Krucil dimana 62% pernikahan merupakan pernikaha muda. Selain itu, di Desa Krucil ini juga telah didirikan Kampung KB. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap, motivasi dan fertilitas antara Kampung KB dan Bukan Kampung KB di Desa Krucil Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik survey. Jenis penelitian termasuk penelitian komparasi untuk membandingkan situasi-situasi paralel yang berbeda. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode case control dengan membandingkan 1:1 antara sampel kasus dan sampel kontrol. Responden dalam penelitian berjumlah 98 responden dari dua Dusun di Desa yang ditentukan secara purposive random sampling. Analisis data pada penelitian ini dengan  tabulasi tunggal, tabulasi silang dan uji statistik mann whitney.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, motivasi dan fertilitas pada Kampung KB dan Bukan Kampung KB tidak terdapat perbedaan. Hal ini dikarenakan masih barunya program Kampung KB yang digagas pada masa pemerintahan Presiden Jokowi, serta perubahan nilai anak yang semula anak adalah rezeki menjadi anak adalah beban. Kesimpulan penelitian ini adalah fertilitas pada Kampung KB dan Bukan Kampung KB tidak terdapat perbedaan dan tergolong rendah. Begitu pula dengan pengetahuan, sikap dan motivasi pada Kampung KB dan Bukan Kampung KB yang menunjukkan tidak adanya perbedaan. Saran yang diajukan berdasarkan permasalah tersebut yaitu 1) pemerintah daerah, BKKBN dan PLKB agar lebih meningkatkan lagi sosialisasi tentang program KB dan sosialisasi mengenai pendewasaan usia perkawinan baik pada Kampung KB dan Bukan Kampung KB.