SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN SOSIAL EKONOMI DAN PARTISIPASI PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI TERHADAP FERTILITAS, PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) PENGEMIS DI DUSUN PALANGGARAN, DESA BRANTA TINGGI, KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN

khoirul mahbub khoirul mahbub

Abstrak


ABSTRAK

 

Khoirul, Mahbub. 2017. Hubungan Sosial Ekonomi dan Partisipasi Pemakaian Alat Kontrasepsi Terhadap Fertilitas Pada Pasangan Usia Subur (PUS) Pengemis di Dusun Palnagran, Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si

 

Kata Kunci: Fertilitas, Kondisi Sosial Ekonomi, Tingkat Partisipasi Pemakaian         Alat Kontrasepsi.

Peningkatan jumlah penduduk terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Provinsi Jawa Timur jumlah penduduk menduduki urutan kedua setelah jawa barat dengan jumlah penduduk sebesar 37,476,757 jiwa). Pertumbuhan penduduk di pengaruhi oleh jumlah fertilitas yang semakin tinggi. Fertilitas merupakan hasil nyata dari reproduksi seorang atau sekelompok wanita yang menyangkut banyaknya anak lahir hidup. Faktor penyebab terjadi fertilitas, di pengaruhi kondisi sosial ekonomi dan tingkat partisipasi pemakaian alat kontrasepsi Pasangan Usia Subur (PUS) pengemis. Jumlah anak lahir hidup yang berada di dusun palangaran yaitu 107 dengan jumlah PUS 67. (data hasil survey, 2017). Penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi dan tingkat partisipasi pemakaian alat kontrasepsi terhadap fertiliatas PUS pengemis di Dusun Palanggaran Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitia korelasional untuk mengetahui hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat dan mengunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 67 responden di Dusun Palanggaran, Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, ditentukan secara proposional randem sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal dan tabulasi silang.

 

Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut, varyabel yang paling besar ada hubungan dengan fertilitas adalah tingakat pendapatan PUS pengemis serta sumbangan paling kecil adalah variabel pekerjaan dan lama penggunaan alat kontrasespsi. Saran yang diajukan berdasarkan permasalahan yang berkaitan dengan fertilitas di Dusun Palanggaran, Desa Bratata Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan yaitu 1) pemerintah Kabupaten Pamekasan khususnya Kecamatan Tlanakan diperlukan adanya penyuluhan mengenai pentingnya pemakain kontrasepsi beserta dampaknya, 2) Perlu adanya pemahaman mengenai pentingnya pendidikan di Dusun palanggaran Desa Branta Tinggi Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.