SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SERVICE LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATERI MITIGASI BENCANA PADA PESERTA DIDIK KELAS X IPS SMA

Siti Nabilah

Abstrak


ABSTRAK

 

Nabilah, Siti. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Service Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Materi Mitigasi Bencana Pada Peserta didik Kelas X IPS SMA. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd, (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.

 

Kata Kunci: Service learning, berpikir kritis

Pemilihan model pembelajaran yang sesuai dapat memberikan peluang keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih guru untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis adalah service learning. Kelebihan model pembelajaran service learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, kepedulian, leadership, membangun teamwork dan interaktif selama proses pembelajaran. Penggunaan model service learning disesuaikan dengan materi yang menghubungkan pembelajaran dengan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga diharapkan peserta didik dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang mereka temukan.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran service learning terhadap kemampuan berpikir kritis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain Pretest-posttest Control Group Design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas X IPS 6 N2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 6 O2 sebagai kelas kontrol. Pengukuran kemampuan berpikir kritis menggunakan 5 soal essai yang dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis menggunakan perhitungan uji t atau Independent Sample T-test.

 

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh model pembelajaran service learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X IPS SMA. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis lebih tinggi. Nilai tersebut diperoleh dari penerapan sintak model pembelajaran service learning yaitu action (pelaksanaan) di kelas eksperimen. Pada sintak ini terlihat peserta didik aktif dalam bertindak dan tanggap dengan situasi sekitar. Cara belajar yang seperti ini memberikan pengaruh langsung kepada peserta didik dalam memahami materi mitigasi bencana. Selain itu juga rasa nyata yang diperoleh peserta didik dari service learning ini dapat meningkatkan percaya diri dan kecakapan berkomunikasi terhadap masyarakat. Peserta didik dituntut untuk menjadi penghubung pembelajaran yang telah mereka peroleh di sekolah dengan pelayanan langsung di masyarakat. Bentuk pelayanan yang dilakukan dalam penelitian ini melalui sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan banjir di Sekolah Dasar (SD). Bekal pengetahuan yang diberikan sejak dini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap peristiwa bencana alam.