SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Children Learning In Science (CLIS) Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Pelajaran Geografi Materi Atmosfer Pada Siswa Kelas X SMAN 9 Malang

KIKI RIRIS NABABAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Pendidikan menjadi acuan dalam mewujudkan negara maju. Kualitas pendidikan dianggap baik ketika proses belajar menjadi hidup serta mampu dipahami oleh siswa. Pendidikan mengalami perubahan signifikan yang diatur dalam sebuah kurikulum. Pendidikan Indonesia saat ini diatur dalam zona kurikulum 2013, dimana siswa dituntut mampu berpikir analitis agar dapat memecah permasalahan dalam sebuah pembelajaran, serta mampu mengenali pola hubungan sebuah materi.

Solusi dari tuntutan tersebut dengan cara memperbaiki pola belajar siswa melalui model pembelajaran. Model Children Learning In Science (CLIS) mampu mengajak siswa untuk berpikir analitis melalui cara mengamati suatu informasi, lalu diolah menjadi data dan disajikan dalam sebuah gagasan dan lembar kerja siswa. siswa dituntut untuk berusaha mengembangkan ide atau gagasan tentang suatu masalah tertentu serta merekonstruksi ide atau gagasan berdasarkan hasil pengamatan.

Geografi merupakan bidang studi yang mempelajari keterkaitan antara fisik bumi dan interaksi sosialnya, sehingga mengharuskan siswa mampu berpikir analitis terhadap hubungan sebab akibat suatu peristiwa. Penelitian bersifat eksperimen yang dilakukan dengan membandingkan dua kelompok, kesetaraan dalam kelompok yang berbeda, variable terikat diukur secara kuantitatif, serta adanya kontrol terhadap variable luar dengan rancangan model posttest-only control grup design. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X-H dan X-I SMAN 9 Malang, semester genap tahun ajaran 2017/2018.

 

Perlakuan penelitian dibedakan atas kelas eksperimen dan kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan model pembelajaran CLIS serta metode ceramah pada kelas kontrol. Jenis data kuantitatif dengan bantuan SPSS 16.0 serta instrument penelitian berbentuk tes tulisan. Data diperoleh melalui nilai akhir berpikir analitis secara keseluruhan dan penilaian per-indikator dengan hasil pencapaian kategori baik. Temuan penelitian faktor peningkatan kemampuan berpikir analitis dengan model CLIS, dimana siswa lebih aktif dalam proses  pembelajaran, lebih mandiri mencari informasi dan pengetahuan, lebih terdorong untuk memecahkan permasalahan, mampu mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, dan memiliki kebebasan dalam mengungkapkan gagasan dan berdiskusi dengan teman kelas dan guru.