SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualitazion (TAI) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Geografi Peserta Didik Kelas XIPS-1 SMAN 2 Malang

Tatok Risanggalih .Wijayanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Wijayanto, Tatok Risanggalih. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualitazion (TAI) untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Geografi Peserta Didik Kelas XIPS-1 SMAN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd

 

Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Team Assisted Individualitazion.

 Pembelajaran geografi di SMAN 2 Malang masih dijumpai permasalahan. Masalah yang muncul adalah rendahnya pemahaman konsep geografi peserta didik kelas XIPS-1. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik dibuktikan dengan hasil ulangan yang menunjukkan bahwa hanya ada 4 orang dari 33 peserta didik yang mampu menjawab soal dengan benar. Dalam berkelompok, peserta didik membentuk kelompok yang tidak seimbang, peserta didik yang pintar tidak bertanggung jawab terhadap peserta didik yang lemah sehingga proses diskusi tidak berjalan dengan baik dan peserta didik dengan pemahaman rendah memiliki hasil belajar rendah karena ketidakpahamannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik kelas XIPS-1 SMAN 2 Malang melalui penerapan model Team Assisted Individualitazion (TAI).

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas XIPS-1 yang berjumlah 33 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep peserta didik berupa soal uraian yang terdiri dari lima butir soal. Instrumen pelaksanaan tindakan yaitu lembar observasi dan catatan lapangan yang diisi oleh observer. Peningkatan pemahaman konsep diperoleh dari perbandingan hasil nilai rata-rata pemahaman konsep setiap akhir siklus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkata

pemahaman konsep peserta didik. Peningkatan pema

haman konsep peserta didik dibuktikan dengan nilai rata-rat

pemahaman konsep peserta didik meningkat dari sebelum

sampai sesudah tindakan. Nilai rata-rata sebelum tindakan

adalah 63%, pada siklus I meningkat menjadi 64,84%. Pa

da siklus II, nilai rata-rata pemahaman konsep peserta didik

meningkat kembali sebesar 7,13 menjadi 71,9%.

Kekurangan dalam pembelajaran yang harus diperbaik

diantaranya; (1) apersepsi sebagai pembangun semangat

belajar peserta didik harus disampaikan di awa

pembelajaran, (2) guru harus memberikan bimbinga

kelompok secara merata, (3) guru harus membuat kisi-kisi

jawaban serta memberikan gambaran dalam menjawab soal

 

l agar bisa runtut dalam menjelaskan.