SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi pada Materi Litosfer Siswa Kelas X-5 MA Al Ma’arif Singosari

Ressa Mei Yusinda

Abstrak


ABSTRAK

 

Yusinda, Ressa. M. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative  Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geografi pada Materi Litosfer Siswa Kelas X-5 MA Al Ma’arif Singosari. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ach. Amirudin, M.Pd, (2) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si.

Kata kunci: jigsaw, pemahaman konsep geografi

Hasil observasi yang dilakukan di MA Al Ma’arif Singosari menunjukkan bahwa 59,58% dari jumlah siswa mendapatkan nilai ulangan di bawah KKM yang ditentukan yaitu 75. Hasil belajar yang rendah juga mempengaruhi pemahaman konsep geografi siswa. Dibuktikan dengan soal ulangan harian 1 yang menggunakan ranah C2,  namun 28 siswa dinyatakan belum tuntas. Guru hanya menggunakan  metode ceramah yang panjang dengan durasi waktu 90 menit, sehingga membuat siswa merasa jenuh dan tidak menarik perhatian siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep geografi pada materi litosfer siswa kelas X-5 MA Al Ma’arif Singosari melalui penerapan model pembelajaran Jigsaw.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas X-5 yang berjumlah 47 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep geografi siswa berupa soal uraian yang terdiri dari empat butir soal. Instrumen pelaksanaan tindakan yaitu lembar observasi dan lembar catatan lapangan yang diisi oleh obsever. Peningkatan pemahaman konsep diperoleh dari perbandingan hasil nilai rata-rata pemahaman konsep setiap akhir siklus.

 

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep geografi siswa. Nilai rata-rata pemahaman konsep geografi sebelum tindakan sebesar 72,89, sedangkan nilai rata-rata setelah tindakan siklus I sebesar 74,51 yang artinya telah mengalami peningkatan sebesar 2,22%. Pada siklus II nilai pemahaman konsep geografi siswa mengalami peningkatan sebesar 6,48% dan nilai rata-ratanya menjadi 79,34. Proses pembelajaran pada siklus I menunjukkan masih ada beberapa komponen langkah-langkah pembelajaran yang tidak terlaksana karena pengaturan waktu yang kurang tepat, namun sudah diperbaiki pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pemahaman konsep geografi setelah dilakukan penerapan model pembelajaran cooperative tipe jigsaw. Saran bagi peneliti lanjut dapat melakukan penelitian tentang model pembelajaran cooperative tipe jigsaw untuk meningkatkan pemahaman konsep. Selain itu, peneliti lanjut juga dapat melakukan beberpa hal, yaitu menambah atau mengubah variabel seperti hasil belajar dan keaktifan.