SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANPROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X-3 MAAL MA’ARIF SINGOSARI MATERI TENAGA ENDOGEN DAN EKSOGEN

Alam Wida Andriyan

Abstrak


ABSTRAK

 

Andriyan, Alam Wida. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X-3 MA Al Ma’arif Singosari Materi Tenaga Endogen dan Eksogen. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd, (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si.

 

Kata kunci: problem based learning, kemampuan berpikir kritis

Fakta pembelajaran di MA Al Ma’arif Singosari, Kabupaten Malang menunjukkan bahwa: (1) hasil tes kemampuan berpikir kritis yang dilakukan pada tanggal 9 Januari 2017 menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis kelas X-3 hanya sebesar 53,19. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X-3 dikategorikan kurang. (2) Proses pembelajaran yang dilakukan di kelas X-3 menggunakan metode ceramah kurang melatih peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Proses pembelajaran hanya berpusat pada guru (teacher centered learning), sedangkan peserta didik hanya bertindak sebagai pendengar.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X-3 yang berjumlah 47 orang. Pelaksanaan penelitian dikhusukan pada mata pelajaran geografi materi tenaga endogen dan eksogen. Cara yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi beberapa siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes kemampuan berpikir kritis yang dilakukan sebelum dan sesudah tindakan. Peningkatan kemampuan berpikir kritis  diketahui dari perbandingan rata-rata nilai tes sebelum dan sesudah tindakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X-3. Rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis sebelum tindakan sebesar 53,19. Rata-rata nilai tersebut meningkat menjadi 74,53 setelah dilakukan tindakan pada siklus I. Kemampuan berpikir kritis kelas X-3 pada siklus II kembali meningkat dengan rata-rata nilai 81,06.

 

Beberapa saran yang diberikan peneliti dalam menggunakan model problem based learning yaitu: (1) diperlukan penguasaan kelas yang baik dalam melaksanakan fase mengorganisasikan peserta didik untuk belajar; (2) fase membimbing penyelidikan secara mandiri dan investigasi kelompok perlu waktu lebih lama; (3) masalah yang digunakan pada model problem based learning harus menarik.