SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Film Dokumenter Materi Mitigasi Bencana Alam

Ufi Al Khukma

Abstrak


ABSTRAK

 

Dalam proses pengembangan media pembelajaran film dokumenter perlu dilakukan analisis kebutuhan materi dan kelemahan dari produk media yang sudah ada. Kurikulum 2013 menuntut menggunakan pengembangan media pembelajaran yang inovatif  dan kreatif. Media pembelajaran film dokumenter dikembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa yaitu untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahamannya. Karakteristik materi yang membutuhkan film dokumenter yaitu materi yang berisi tentang terjadinya dinamika dan proses seperti proses terjadinya bencana alam dan cara penanggulangannya. Film dokumenter yang dikembangkan sebelumnya memiliki kekurangan dari segi desain, materi, dan kualitas gambar serta suara. Berdasarkan analisis kebutuhan, maka dikembangkan media pembelajaran film dokumenter sebagai perbaikan produk yang sudah ada.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah memproduksi media pembelajaran film dokumenter materi mitigasi bencana alam. Melalui media pembelajaran film dokumenter ini siswa dapat mengetahui pengertian bencana, jenis-jenis bencana alam dan bagaimana cara penanggulangannya. Penelitian dan pengembangan media ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Prosedur yang digunakan ada beberapa langkah yaitu analisis kebutuhan, desain produk, prototipe, validasi prototipe, uji coba lapangan, revisi produk dan produk akhir. Validasi dilakukan oleh dua ahli yaitu ahli media dan ahli materi yang berupa saran dan rekomendasi produk. Uji coba produk dilakukan pada 35 subyek coba kelas XI PIS 1 SMAK Diponegoro Blitar dan 1 Guru Mata Pelajaran Geografi. Hal ini digunakan untuk melihat kelayakan dan keefektifan produk dari sudut pandang siswa dan guru. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif.

Berdasarkan tinjauan dari para ahli, secara umum media pembelajaran yang dikembangkan sudah layak tetapi masih perlu beberapa perbaikan untuk penyempurnaan produk. Perbaikan tersebut terletak pada desain visual dan materi pada media. Hasil uji coba lapangan berdasarkan komponen produk terhadap aspek kemenarikan adalah 76,29%, aspek minat dan motivasi 80,36%, aspek kesesuaian 74,64%, dan aspek pemahaman 84,14%. Nilai total dari keseluruhan aspek yang diperoleh yaitu sebesar 79,44 %, sedangkan untuk tes pemahaman 32,4% sangat efektif dan 67,6% efektif.

 

Disarankan pada guru geografi untuk menggunakan media pembelajaran ini di kelas khususnya untuk menjelaskan materi mitigasi bencana alam. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi contoh media pembelajaran dalam mengembangkan produk pembelajaran lainnya.