SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar geografi pada kompetensi dasar fenomena antroposfer siswa kelas XI IPS-2 SMA negeri 1 sambit ponorogo

UMAMA CAHYA NINGRUM

Abstrak


ABSTRAK

 

Ningrum, Umama Cahya. 2009. Penerapan  Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi pada Kompetensi Dasar Fenomena Antroposfer Siswa Kelas XI IPS-2 SMA Negeri I Sambit Ponorogo. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yusuf Suharto, (II) Dra. Yuswanti Arini Wirahayu, M.Si

 

Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Model GI, hasil belajar

 

            Pembelajaran yang diterapkan pada SMAN I Sambit Ponorogo cenderung pada pencapaian materi kurikulum. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran yang ada di dalam kelas yang selalu didominasi oleh guru, mengakibatkan siswa pasif, malas pada saat pembelajaran. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran menuntut siswa agar aktif dalam setiap proses belajar, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan segala ide, pendapat serta gagasan-gagasan yang dimiliki siswa. Data hasil observasi awal menunjukkan hanya terdapat 37,5% siswa tuntas belajar dan yang tidak tuntas sebesar 62,5 %. Dari permasalahan tersebut, perlu diterapkan pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar. Alternatif pembelajaran tersebut adalah penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Tahapan pembelajaran model Group Investigation (GI) adalah tahap pengelompokan dan pemilihan topik, tahap perencanaan, tahap investigasi, tahap pengorganisasian, serta tahap evaluasi.

            Penelitian ini dilaksanakan di SMAN I Sambit Ponorogo, dengan subyek siswa kelas XI IPS II yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan dengan sub pokok bahasan yang berbeda. Teknik pengumpulan data hasil belajar dengan menggunakan tes pada akhir setiap siklus. Data tersebut dianalisis dengan daya serap klasikal dan persentase peningkatan yang kemudian diartikan secara deskriptif kualitatif.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari sebelum tindakan ke siklus I, dan dari siklus I ke siklus II, pencapaian hasil belajar siswa secara klasikal sebelum tindakan adalah 37,5%, meningkat pada siklus I mencapai 46,87% dan 87,5% pada siklus II.  Untuk peningkatan persentse hasil belajar siswa dari sebelum tindakan ke siklus I adalah 24,98%, dan dari siklus I ke siklus II mencapai 86,69%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Sambit Ponorogo.

Guru mata pelajaran geografi disarankan menggunakan model pembelajaran kooperatif  model Group Investigation (GI) yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar, Dalam menggunakan metode pembelajaran ini guru disarankan bisa mengatur waktu dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Diharapkan guru dalam kegiatan pembelajaran harus dapat memberikan arahan dan motivasi kepada siswa,  terutama pada siswa yang mempunyai kemampuan rendah karena siswa tersebut  perlu perhatian yang lebih, agar mereka bisa termotivasi lebih baik. Bagi sekolah supaya menganjurkan untuk memakai model pembelajaran Group Investigation (GI) yang dapat dikombinasi dengan pembelajaran out door  pada materi fenomena antroposfer kelas XI semester ganjil dan untuk peneliti selanjutnya diharapakan dapat melakukan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran model Group Investigation (GI) dengan subjek penelitian yang berbeda.