SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Kupang di Desa Balongdowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo

Tholi'atun Ni'mah

Abstrak


Kabupaten Sidoarjo menyimpan potensi perikanan cukup besar, terutama daerah-daerah di wilayah timur Sidoarjo. Mayoritas masyarakat Sidoarjo berprofesi sebagai nelayan. Salah satunya yang ada di Desa Balongdowo Kecamatan Candi. Masyarakat nelayan sering diidentikkan sebagai masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, dengan pendapatan yang tidak menentu. Hal tersebut dikarenakan nelayan sangat bergantung pada kondisi musim, sehingga perlu dicari faktor lain yang menjadikan tingkat ekonomi masyarakat nelayan itu rendah. Selain itu kondisi sosial masyarakat nelayan sering dikaitkan dengan pendidikan yang rendah.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan kupang yang ada di Desa Balongdowo Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Populasi dan sampel penelitian adalah nelayan kupang di Desa Balongdowo sebanyak 70 kepala keluarga. Jenis data yang dibutuhkan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan masih rendah, dengan menamatkan sekolah hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Nelayan memiliki jam kerja sedikit, yaitu kebanyakan bekerja selama 4 jam. Mayoritas nelayan berpendapatan rendah (Rp 2.000.000,- sampai dengan Rp 2.500.000,-) per bulan. Kepemilikan sumber daya nelayan kebanyakan menyewa, tidak memiliki perahu sendiri. Usia nelayan paling banyak berusia 61-70 tahun. Status perkawinan masyarakat nelayan keseluruhan adalah menikah, dan beban tanggungan masyarakat nelayan kebanyakan memiliki beban tanggungan hanya satu orang. Pendapatan yang rendah ini dipengaruhi oleh lamanya jam kerja dan usia nelayan. Namun terdapat kecenderungan hubungan antara tingkat pendidikan dengan pendapatan, nelayan yang kebanyakan berpendidikan Sekolah Dasar memiliki pendapatan yang rendah. Kecenderungan hubungan jam kerja dengan pendapatan, nelayan dengan jumlah jam kerja yang sedikit memiliki pendapatan yang sedikit pula. Kecenderungan hubungan usia dengan pendapatan, nelayan dengan usia termasuk tidak produktif memiliki pendapatan lebih sedikit dengan nelayan yang termasuk kedalam usia produktif. Kecenderungan hubungan beban tanggungan dengan pendapatan, nelayan paling banyak memiliki beban tanggungan hanya satu orang atau beban tanggungannya kecil. Beban tanggungan nelayan tidak berpengaruh terhadap pendapatan nelayan.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan kepada pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan keterampilan nelayan dalam mengolah hasil tangkapan menjadi produk baru yang bernilai jual tinggi. Selain itu, hendaknya pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat  membantu nelayan dalam hal pemasaran, agar nelayan tidak kesulitan untuk memasarkan hasil produknya.