SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Whole Brain Teaching terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas X SMA Negeri 02 Batu

Fara Dina Fildzah

Abstrak


Pembelajaran geografi di sekolah memerlukan kegiatan yang melibatkan kinerja otak agar siswa memiliki kemampuan berpikir lebih tajam dalam menghadapi suatu hal yang berkaitan dengan gejala-gejala alam serta manusia yang begitu kompleks dan luas, seperti kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu model yang menekankan pembelajaran kinerja otak adalah model Whole Brain Teaching.  Penggunaan model Whole Brain Teaching dalam pembelajaran di kelas memiliki beberapa kelebihan diantaranya: berorientasi pada kinerja otak siswa yang dapat meningkatkan kemauan siswa untuk belajar berdasarkan keinginan personal siswa, memenuhi kebutuhan siswa dalam hal memperoleh kesempatan belajar disamping gaya belajar yang dimiliki siswa berbeda-beda, membuat belajar menjadi lebih efektif, menimbulkan perasaan menyenangkan dari kegiatan penemuan, serta menyimpan ingatan lebih lama.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Whole Brain Teaching terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 02 Batu. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen dengan rancangan Quasi Experiment with Pretest Posttest Control Group Design. Penentuan subjek dalam penelitian ini dilihat berdasarkan rata-rata nilai UTS geografi kelas X semester genap tahun ajaran 2015/2016. Berdasarkan rata-rata nilai tersebut, diambil dua kelas yang memiliki nilai relatif sama yaitu kelas X IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan X IIS 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal esai dengan jumlah 5 soal yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya sebelum diberikan kepada subjek penelitian. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji statistik parametrik yaitu Uji t dengan bantuan SPSS 21.0 for windows.

Berdasarkan hasil analisis dari uji t menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) yaitu 0,001 ≤ 0,05 dan rata-rata nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi kelas eksperimen lebih tinggi (10,7) daripada kelas kontrol (5), maka H₀ ditolak. Dengan demikan, dapat disimpulkan bahwa model Whole Brain Teaching berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X SMA Negeri 02 Batu.