SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Science, Environment, Technology, Society (SETS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Bojonegoro

Rifka Annisa

Abstrak


Teknologi yang semakin maju membuat manusia membutuhkan kecakapan hidup untuk bertahan di era modern dimana teknologi dan ilmu pengetahuan semakin berkembang pesat sehingga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Science, Environment, Technology, Society (SETS dipilih sebagai model karena dengan pendekatan saintifik meningkatkan proses berpikir, memecahkan masalah, berorientasi pada aspek ilmu pengetahuan, lingkungan, teknologi, dan manusia.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SETS terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran Geografi siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bojonegoro pada materi sebaran barang tambang di Indonesia, tepatnya pada indikator pemanfaatan dan tata kelola usaha pertambangan. Eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis eksperimen semu (quasi experiment) karena tidak dapat berfungsi untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.

Instrumen penelitian berupa tes esai diuji coba berdasarkan validitas, realibilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Instrumen afektif menggunakan lembar observasi berupa Lembar Kerja Peserta Didik. Uji hipotesis menggunakan Uji-T dua sampel tidak berpasangan.Berdasarkan hasil analisis data, diketahui uji hipotesis nilai kognitif sebesar 0,005. Uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan dan terjadi peningkatanrata-rata kemampuan berpikir kritis dari perlakuan yang sudah diberikan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh Science, Environment, Technology, Society (SETS) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik Kelas XI SMA Negeri 1 Bojonegoro.

 

Saran yang perlu diperhatikan saat menerapkan model ini adalah menyusun RPP dengan memperhatikan waktu dan kondisi atau jadwal sekolah, pada awal pembelajaran perlu mencari permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar siswa untuk melatih tanggap terhadap masalah lingkungan, guru perlu menguasai konsep materi yang terkait dengan konsep dan proses sains yang dikaji selama pembelajaran, dan menggunakan media pada kegiatan pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah kontekstual.