SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Kelayakan Hutan Mangrove Sebagai Objek Ekowisata di Banyuurip Ujungpangkah Gresik

Galang Mahardika

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Hutan mangrove merupakan suatu komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon yang khas atau semak-semak. Hutan mangrove dapat memberikan manfaat pada aspek fisik, biologi, dan sosial ekonomi bagi masyarakat, namun kenyataanya luas hutan mangrove di daerah Gresik mengalami penurunan. Salah satu wilayah di Kabupaten Gresik yang mengalami kerusakan mangrove adalah  Kecamatan Ujungpangkah khususnya di Desa Banyurip. Kerusakan tersebut tidak hanya disebabkan oleh faktor alam melainkan juga aspek masyarakat (sosial) yaitu konversi lahan .Ekowisata merupakan salah satu alternatif pembangunan yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Dalam RTRW Kabupaten Gresik tahun 2010-2030 menerangkan bahwa daerah kecamatan Ujungpangkah merupakan kawasan konservasi, dan Desa Banyuurip merupakan daerah yang dijadikan sebagai daerah kawasan pengembangan wisata di Kecamatan Ujungpangkah. Dalam kenyataanya Pemerintah kurang maksimal dalam mengelola.

Perlu dilakukan observasi penelitian terhadap ekowisata hutan mangrove di Desa Banyuurip.Tujuan dari penelitian yang di lakukan di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik adalah mengevaluasi faktor fisik lahan mangrove di Desa Banyuurip untuk kawasan ekowisata berdasarkan parameter IKW. Mengevaluasi kelayakan potensi daya tarik hutan mangrove di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkahuntuk objek ekowisata berdasarkan parameter ADO-ODTWA.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survey dengan analisis IKW dan ADO-ODTWA untukmevaluasi terhadap mangrove dan daya tarik ekowisata yang ada di Banyuurip. Populasi dalam penelitian ini adalah hutan mangrove Banyuurip dengan luas 5,9 ha dan masyarakat sekitar. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik stasiun, yang selanjutnya dibagi menjadi lima plot.Teknik pengambilan sampelnya yaitu purposive sampling, untuk cara pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran lapangan, teknik observasi dan teknik dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data faktor fisik mangrove dan faktor potensi objek daya tarik wisata alam ekowisata mangrove Desa Banyuurip.  Faktor fisik menunjukan kesesuaian lahan hutan mangrove Banyuurip sebagai objek ekowisata termasuk dalam kategori cukup sesuai. Hal ini di tunjukan dengan nilai indeks kesesuain wisata 74 %,  sedangkan  hasil penilaian potensi obyek dan daya tarik yang ada di kawasan ekowisata hutan mangrove Banyuurip berbentuk daratan dan pantai yaitu memiliki indeks kondisi yang layak untuk dikembangkan. Hal ini di tunjukan dengan nilai kelayakan 84,00% dan untuk pantai memiliki indeks kelayakan 81.53%.