SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (3D) pada Mata Pelajaran Geografi SMA Pokok Bahasan Litosfer

Danny Setiabudi

Abstrak


Setiabudi, Danny. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (3D) Pada Mata Pelajaran Geografi SMA Pokok Bahasan Litosfer. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Neheri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si., (II) Ir. Juarti M.P.

Kata Kunci : Pengembangan, Augmented Reality (3D) Litosfer, batuan.

              Penelitian dan pengembangan ini didasarkan pada analisis kebutuhan akan media berdasarkan tuntutan kurikulum, karakteristik siswa, dan kelemahan media yang sudah ada. Analisis kebutuhan kurikulum didasarkan pada tujuan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran aktif dan pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran. Analisis kebutuhan siswa didasarkan pada karakter siswa yang berbeda-beda. Serta analisis kelemahan media yang sudah ada bertujuan untuk mengembangkan media yang memperbaiki kelemahan media yang sudah ada. Berdasarkan analisis tersebut maka penelitian ini dikembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (3D) yang bertujuan untuk : 1) Memudahkan penggunaan yang tidak memerlukan LCD dan komputer, 2) Digunakan pada android masing-masing siswa, 3) Membuat siswa terlibat secara langsung dalam pembelajaran, 4) Membantu siswa dalam mempelajari materi.

             

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality pada mata pelajaran geografi pokok bahasan litosfer. Media pembelajaran berbasis Augmented Reality yaitu media pembelajaran yang dapat menampilkan objek 3 dimensi secara virtual melalui bantuan smartphone android.

                         

Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan yang dikemukakan Borg and Gall (1983) yang mengadaptasi 7 dari 10 tahap. Tahapan tersebut terdiri dari : 1) Studi pendahuluan atau pra survey (analisis), 2) Perencanaan, 3) Pengembangan produk, 4) Uji coba validator ahli, 5) Uji coba Pengguna, 6) Revisi Produk, 7) Produk akhir. Data yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif merupakan hasil validasi dari validator ahli media dan ahli materi. Hasil validasi berupa komentar dan rekomendasi langsung digunakan sebagai bahan perbaikan media. Data kuantitatif diperoleh dari angket yang diisi oleh guru dan siswa. Data serta saran dari guru dan siswa juga digunakan sebagai bahan perbaikan media.

              

Berdasarkan hasil uji coba, diperoleh total skor 1117 dari skor maksimal 1280. Berdasarkan skor tersebut jika diinterpretasikan dalam bentuk persentase akan menghasilkan skor sebesar 87%. Skor 87% tersebut menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki kategori Valid.

                      

Media pembelajaran ini  masih memiliki kelemahan. Berikut beberapa saran untuk penelitian sejenis agar dapat meningkatkan manfaat dari produk yang akan datang adalah : 1) Memperbanyak materi yang disajikan, 2) Menampilkan objek 3 dimensi yang dapat bergerak sehingga lebih menarik, dan 3) Media pembelajaran sebaiknya dikaitkan dengan tema eksperimen agar dapat menguji media dalam pembelajaran.