SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis potensi mata air Semeru untuk kebutuhan air bersih penduduk dan irigasi pertanian Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang

Ikaf Fajar Maulana

Abstrak


Ketersediaan air bersih untuk konsumsi penduduk di Desa Nguter bergantung pada air tanah dan kebutuhan air untuk irigasi berasal dari sungai musiman. Ketersediaan air yang digunakan untuk kebutuhan penduduk dan irigasi tidak mencukupi. Sedangkan Desa Nguter memiliki potensi mata air yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk Desa Nguter.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih penduduk dan kebutuhan air irigasi di Desa Nguter. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi Mata air Semeru untuk pemenuhan kebutuhan air bersih penduduk dan irigasi pertanian di Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Penelitian ini menggunakan metode survey meliputi pengukuran kuantitas mata air menggunakan metode WEIR, pengukuran kualitas air menurut PERMENKES RI.No 416/MENKES/PER/IX/1990, kebutuhan air bersih penduduk dilakukan wawancara, serta kebutuhan air irigasi dianalisis menggunakan software cropwat 8.0.

 

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil debit rata-rata mata air Semeru yaitu sebesar 1.086,787 liter/menit atau 1.564.973,28 liter/hari. Dari segi kualitas mata air Semeru termasuk kedalam kategori layak untuk disuplai kepada penduduk maupun irigasi. Rata-rata kebutuhan air bersih penduduk Desa Nguter pada musim kemarau dan penghujan sebesar 608.569,5 liter/hari. Kebutuhan irigasi di Desa Nguter berbeda disebabkan oleh evapotranspirasi, curah hujan, kebutuhan air untuk lahan, jenis tanaman, dan efisiensi irigasi. Secara kuantitas perbandingan debit mata air Semeru untuk kebutuhan air bersih penduduk sangat mencukupi dari masa sekarang atau 50 tahun kedepan. Selain itu, mata air Semeru memenuhi kebutuhan hanya pada jaringan irigasi Umengan dengan pola tanam padi-jagung-jagung dengan total kebutuhan irigasi berturut-turut sebesar 484.474,27 liter/hari, 509.905,33 liter/hari, dan 530.831,7 liter/hari.