SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Spasial Pada Mata Pelajaran Geografi Siswa Kelas Xi SMA Negeri 1 Kepanjen

Hidayatul Alifia

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Pada saat sekarang ini, kurikulum 2013 menuntut siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran agar kemampuan berpikir siswa menjadi lebih berkembang. Akan tetapi pada penerapannya banyak sekali guru yang menggunakan metode ceramah saat mengajar sehingga keaktifan siswa menjadi rendah dan kemampuan berpikirnya tidak dapat berkembang. Selain itu biasanya guru juga sering menggunakan metode tanya jawab dan diskusi akan tetapi hanya siswa tertentu saja yang aktif sedangkan yang lainnya banyak yang ramai dan tidak termotivasi dalam mengeluarkan pendapat. Oleh sebab itu, jika guru ingin membuat siswa lebih aktif dan kemampuan berpikirnya dapat berkembang sesuai tuntutan Kurikulum 2013, maka diperlukan model pembelajaran yang sesuai. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan agar kemampuan berpikir siswa terutama kemampuan berpikir spasial pada mata pelajaran Geografi dapat berkembang yaitu model Problem Based Learning (PBL).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir spasial siswa pada kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Rancangan penelitian ini adalah Postest Only Control Group Design yang termasuk dalam penelitian eksperimen semu. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kepanjen dengan kelas XI IIS 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IIS 4 sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah nilai tes yang mengukur kemampuan berpikir spasial. Analisis data dilakukan dengan uji-t untuk 2 sampel tidak berpasangan (independent sample t-test) menggunakan SPSS 16.0 for Windows.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir spasial siswa kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Dari hasil uji-t terhadap kemampuan berpikir spasial siswa didapatkan bahwa nilai probabilitas (sig. 2-tailed) adalah 0,000. Dari hasil tersebut nilai probabilitas (sig. 2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak, H1 diterima. Hal tersebut berarti terdapat perbedaan keterampilan berpikir spasial kelas kontrol dan eksperimen. Setelah pemberian model PBL keterampilan berpikir spasial kelas eksperimen menunjukkan peningkatan atau dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh kemampuan berpikir spasial siswa kelas XI IIS 3 yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

 

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, model Problem Based Learning (PBL) digunakan model pembelajaran alternatif bagi guru karena mampu meningkatkan keterampilan berpikir spasial geografi siswa. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian mengenai model pembelajaran PBL pada materi lain dan mengukur keterampilan lainnya.