SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Materi Sumberdaya Kehutanan Kelas XI SMAN 1 Kepanjen

Try Wahyuni

Abstrak


Pembelajaran saat ini hanya menekankan pada kemampuan berpikir tingkat dasar seperti hapalan, mengetahui sebuah informasi, dan memberikan kritikan. Perlu adanya pengembangan kemampuan berpikir tingkat yang lebih tinggi agar pembelajaran tidak hanya bermanfaat sebagai pengetahuan saja tetapi dapat menumbuhkan wawasan yang baru pada siswa. Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat dibutuhkan dalam kajian Geografi salah satunya adalah materi sumberdaya kehutanan. Materi ini membahas mengenai pengertian sumberdaya kehutanan, persebaran hutan, dan pengelolaan sumberdaya kehutanan dalam prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satu model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran geografi adalah modelproblem based instruction.

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh modelProblem Based Instruction terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi materi sumberdaya kehutanan.Penilitian ini dirancang menggunakan quasi eksperimen dengan posttest only control group design. Subyek penelitian adalah kelas XI IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XII IIS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan 5 soal essai yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah Independent sample t-Test dengan bantuanSPSS 16.0 for windows.

Hasil analisis uji t yang diperoleh, membuktikan bahwa nilai sig (2-tailed)0.01 < 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen (83.27) lebih besar daripada kelas kontrol (77.12), maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Instructionberpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen.

 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran diajukan kepada: (1) guru bidang studi geografi disarankan merencanakan pembelajaran model Problem Based Instruction dengan baik sehingga dapat dijalankan secara maksimal dan mengelola ketepatan waktu; (2) sekolah dianjurkan agar memberikan dorongan mengenai model Problem Based Instructionmelalui pelatihan, seminar, dan workshop pada guru; (3) peneliti selanjutnya mampu mengelola kelas lebih baik dan terarah, menerapkan pada materi lainnya, mengambil lokasi penelitian di sekolah lain dan dapat diterapkan dalam bidang studi seperti Biologi, Kimia, dan lain-lain.