SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Perkawinan Usia Muda di Desa Pamoroh Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan

fadolul ghafur

Abstrak

Berita update - harianwartawan surat kabar nasional - beritareportaseharian berita terkini - harianberitaterkini informasi terbaru - informasiberitaharian berita hari ini - wartawanhariini berita kriminal - kriminalharian

Perkawinan memiliki aturan dan hukum yang berlaku salah satunya mengenai batasan usia pernikahan yaitu 18 tahun sebagaimana dijelaskan dalam undang-undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan, UU RI No.23 tahun 2003 tentang perlindungan anak juga berdasarkan usia pendidikan. Batasan usia perkawinan oleh BKKBN (1998) perkawinan  ideal  adalah  perkawinan  yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan usia minimal 25 tahun dan usia minimal wanita 20 tahun. Perkawinan usia muda pada tahun 2011 sampai 2015 terhitung jumlah pasangan yang melangsungkan akad nikah pada usia 10-19 tahun yakni 18, 26, 32, 35 dan 36. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh faktor ekonomi, pendidikan, beban tanggungan, budaya serta faktor yang paling berpengaruh terhadap pernikahan usia muda di Desa Pamoroh.

Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif melalui pendekatan expose facto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan mengunakan metode survey dalam pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian yaitu 83 responden di Desa Pamoroh yang ditentukan secara proposional randem sampling. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal, tabulasi silang serta uji statistik regresi linear berganda.

Hasil penelitian analisis tabulasi dan hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara serentak semua variabel dependen berpengaruh terhadap pernikahan dini. Pada hasil uji statistik secara parsial variable pendidikan dan beban tanggungan memiliki pengaruh dan variabel ekonomi serta budaya yang hanya memiliki pengaruh kecil terhadap variabel terikat. Faktor yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap pernikahan muda adalah lama pendidikan dan sumbangan paling kecil adalah variabel budaya. Saran yang diajukan berdasarkan permasalah yang berkaitan dengan pernikahan muda di Desa Pamoroh yaitu 1) pemerintah Kabupaten Pamekasan perlu memperhatiakan pendidikan terutama mengenai aksesibilitas, fasilitas dan biaya pendidikan, 2) diperlukan adanya penyuluhan menyenai dampak dari pernikahan muda terutama pada perempuan, 3) perlu adanya penyuluhan pada masyarakat mengenai program KB untuk menghindari jumlah tanggungan keluarga yang tinggi.