SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS XI IIS BI SMAN 1 TUREN MALANG

Riyo Rosi Meisandy

Abstrak


ABSTRAK

Meisandy, Riyo Rosi. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas XI IIS BI SMAN 1 Turen Malang.Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti A.W, M.Si , (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Analitis

Pembelajaran di kelas sebagian besar terpusat pada guru yaitu guru yang aktif mendominasi dalam pembelajaran, sementara siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir analitis siswa. Siswa dalam kelas cenderung terbiasa menjawab soal tingkat C4 yang diajukan guru dengan jawaban setara dengan jawaban soal C1 dan C2. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah model PBLyaitu model pembelajaran yang membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual melalui permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.

Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Turen Malang, dengan subjek siswa kelas XI IIS BI yang berjumlah 21 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data kemampuan berpikir analitis siswa menggunakan soal tes kemampuan berpikir analitis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa meningkat pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa setelah dilakukan tindakan pada siklus I adalah 70,5. Sementara setelah dilakukan tindakan siklus II adalah 84. Setelah dilakukan tindakan siklus III  adalah 85,2. Terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 13,5 (19,14%) dan terjadi peningkatan kembali dari siklus II ke siklus III sebersar 1,2 (1,42%), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IIS BI SMAN 1 Turen Malang.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikemukakan saran sebagai berikut:1.) bagi guru Geografi, diharapkan dapat menerapkan model  PBM sebagai alternatif model yang bisa digunakan guna memacu siswa untuk berpikir analitis, 2.) bagi sekolah, diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menghimbau guru untuk menerapkan model PBM dalam usaha meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa serta mutu sekolah, 3.) bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk memadukan model PBM dengan model pembelajaran yang lain agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan berdampak lebih baik pada kemampuan berpikir analitis siswa.