SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI IPS 1 MAN Malang I

Intan Prasasti

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasasti, Intan. 2010. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dalam Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI IPS 1 MAN Malang I.

Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd.

 

Kata Kunci: pembelajaran Problem Based Learning, keaktifan belajar siswa

 

Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2009 dengan guru Geografi MAN Malang 1 kelas XI diketahui bahwa sebagian besar proses pembelajaran masih didominasi guru dan siswa masih pasif, sedangkan kurikulum KTSP menuntut agar siswa lebih aktif sedangkan guru hanya sebagai fasilitator saja. Berdasarkan observasi di kelas XI IPS 1 di MAN Malang 1 pada waktu diskusi hanya siswa yang pandai yang mendominasi kegiatan pembelajaran, hanya 3 siswa saja yang bertanya atau aktif dan siswa yang cukup aktif sebanyak 11 siswa sedangkan siswa yang tidak aktif sebanyak 21 siswa. Untuk siswa yang tidak mendengarkan temannya saat presentasi sebanyak 10 siswa, kebanyakan mereka berbicara dengan teman sebangkunya dan ada yang izin keluar dengan alasan ke belakang, yang sering keluar hanya 1-2 siswa saja. Siswa yang terlambat masuk sebanyak 5 siswa dan tidak pada jam mata pelajaran Geografi saja, namun mata pelajaran lain juga seperti itu. Selain itu, salah satu penyebab tidak aktifnya siswa kemungkinan model pembelajaran yang tidak bervariasi dan model pembelajaran yang tidak menimbulkan keaktifan siswa dalam proses belajar. Untuk Standar Ketuntasan Minimum (SKM) yang ada di MAN Malang 1 yaitu 72. Pada ulangan harian pertama hanya 1 siswa saja yang memperoleh nilai di atas SKM yaitu mendapat 73, yang mendapat nilai 70 hanya 5 siswa. Sedangkan 28 siswa lainnya mendapat nilai di bawah 70.

            Penelitian ini dilaksanakan di MAN Malang I, dengan subjek siswa kelas XI IPS I yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data keaktifan belajar siswa menggunakan lembar observasi keaktifan belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran berbasis masalah.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I keaktifan belajar siswa masih rendah hanya mencapai 48,57% atau 17 siswa yang aktif, sedangkan keaktifan belajar siswa pada saat presentasi di depan kelas mencapai 46,67%. Pada siklus II ada peningkatan keaktifan belajar siswa dari 48,57% atau 17 siswa menjadi 80% atau 28 siswa dan persentase peningkatan mencapai 31,43%. Keaktifan belajar siswa pada saat presentasi di depan kelas mencapai 73,97%, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS I MAN Malang I.

 

 

         Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka sarannya sebagai berikut:

(1) Bagi guru hendaknya model pembelajaran ini dijadikan alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa, sehingga dapat meningkatkan mutu pengajaran di sekolah. (2) Disarankan kepada guru Geografi hendaknya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah pada materi yang sesuai dengan variasi yang lain agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh dalam kegiatan pembelajaran. (3) Dalam menerapkan pembelajaran berbasis masalah diperlukan kreativitas guru yang tinggi terutama dalam menyajikan fenomena sebagai pemicu masalah sehingga masalah yang disajikan betul-betul dapat merangsang siswa untuk berfikir dan aktif selama pembelajaran berlangsung.

(4) Bagi penelitian selanjutnya, penelitian ini dapat dikembangkan untuk materi selain pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam, selain itu diharapkan adanya variasi dan menggunakan media, agar siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran.