SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Suchman Untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Siswa Kelas XI Mata Pelajaran Geografi SMA Mamba’us Sholihin 2 Kabupaten Blitar

Lubaiba Nadiya Alkaffi

Abstrak


Kemampuan berkomunikasi siswa kelas XI IPS A SMA Mamba’us Sholihin 2 Kabupaten Blitar pada mata pelajaran Geografi masih rendah. Data pratindakan menunjukkan bahwa hanya terdapat 24% siswa yang memiliki kemampuan berkomunikasi dalam menyampaikan materi Geografi. Rendahnya kemampuan berkomunikasi berakibat pada rendahnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Suchman Kelas XI IPS A Mata Pelajaran Geografi di SMA Mamba’us Sholihin 2 Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus untuk mengetahui peningkatan kemampuan membuat data tulisan menjadi data tabel, grafik  atau diagram, kemampuan  berargumentasi, kemampuan mendeskripsikan masalah, kelancaran berbicara dan kejelasan suara. Penelitian tindakan kelas ini menerapkan model pembelajaran inkuiri suchman dengan langkah sebagai berikut: (1) memilih permasalahan dan melakukan penelitian, (2) memperkenalkan proses dan mengemukakan permasalahan, (3) pengumpulan data, (4) pengembangan teori dan pengujian teori, (5) menjelaskan teori dan menyatakan hubungannya, (6) menganalisis proses,(7) evaluasi.

Hasil penelitian penerapan model pembelajaran inkuiri suchman untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa adalah pra tindakan rata-rata skor adalah 8,76 dengan persentase 31,28%, siklus I rata-rata skor 15,88 dengan persentase sebesar 56,71 % dan siklus II rata-rata skor 27,12 memiliki persentase sebesar 96.85 %. Saran bagi guru mata pelajaran Geografi dianjurkan untuk menerapkan model pembelajaran Inkuiri Suchman dalam kegiatan pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengaplikasikan model pembelajaran ini untuk materi geografi yang lainnya seperti pemanfaatan sumber daya alam. Kearifan lokal, kependudukan dan sebagainya.