SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dampak Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Rumah Tangga di Daerah Asal di Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso

nailul holisah

Abstrak


ABSTRACT

 

Dampak Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Rumah Tangga di Daerah Asal di Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso

Sempitnya kesempatan dan lapangan kerja di Kecamatan Bondowoso tidak mampu mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk pada umumnya dan pertambahan angkatan kerja pada khususnya. Disisi lain, pekerjaan yang sudah ada tidak memberikan upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan keluarganya. Kondisi ini menjadikan masyarakat mulai mencari kesempatan yang mungkin diperolehnya di wilayah lain yang lebih menjanjikan. Migrasi luar negeri dan menjadi seorang TKI dirasa menjadi salah satu alternatif solusi dan semakin tahun menarik minat masyarakat. Data AKAN dari Disnakertrans Bondowoso menunjukkan bahwa setiap tahun jumlah TKI yang diberangkatkan terus bertambah. Pertambahan jumlah TKI ini diduga karena adanya ketertarikan masyarakat terhadap perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi pada keluarga migran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak migrasi terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi pada migran dan keluarganya di daerah asal.

penelitian ini menggunakan metode survey dan pedoman wawancara sebagai alat pengumpul data. Populasi penelitian ini adalah 173 keluarga TKI dan sampel yang diambil berjumlah 100 responden dengan proportional random sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Analisis data yang digunakan yaitu tabulasi tunggal dan tabulasi silang.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sebagian besar migran adalah perempuan, berusia produktif, dan berstatus menikah dengan beban tanggungan 4 orang, 2) pekerjaan migran di tanah asal adalah ibu rumah tangga dan tidak memiliki pendapatan. Setelah bermigrasi, sebagian besar migran bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan pendapatan > Rp 3.000.000,00 - Rp 4.000.000,00 setiap bulan, 3) migran mampu menyekolahkan anaknya hingga tingkat SMA dan perguruan tinggi, migran dan keluarganya mampu mengkonsumsi makanan 4 sehat  seminggu sekali dan mampu merenovasi rumahnya dari tembok semen menjadi tembok keramik. Selama bermigrasi, tugas migran dalam keluarga digantikan oleh anaknya sehingga anaknya menjadi lebih mandiri, 4) kiriman yang diberikan migran kepada keluarganya adalah > Rp 1.500.000,00 - Rp 2.000.000,00 setiap bulan dan dialokasikan untuk pendidikan anak dan investasi. Investasi yang dimiliki keluarga migran berupa tabungan dan emas.