SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match terhadap Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran Geografi SMAN 1 Durenan.

GITA AYU AGUSTIN

Abstrak


ABSTRACT

 

Agustin, Gita, A. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match  terhadap Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran Geografi SMAN 1 Durenan. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. I Komang Astina, M.Si, Ph.D (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.

Kata kunci: Aktivitas Siswa,  Pembelajaran Make A Match

Aktivitas siswa merupakan salah satu faktor penting dalam proses belajar mengajar, karena aktivitas merupakan kegiatan secara berkala yang dilakukan siswa. faktor yang mempengaruhi aktivitas siswa salah satunya adalah penerapan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Model pembelajaran Make A Match dirancang untuk membuat suasana kelas menjadi menyenangkakan karena mereka merasa belajar sambil bermain. Suasana kelas yang menyenangkan membuat siswa tertarik dan ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dalam model pembelajaran Make A Match siswa dilatih untuk menemukan pasangan dalam waktu yang ditentukan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap aktivitas siswa kelas X SMAN 1 Durenan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen untuk mengukur aktivitas siswa menggunakan angket dan lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t-test yang diselesaikan dengan bantuan SPSS 21.0 for windows.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai aktivitas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil analisis data diketahui aktivitas siswa kelas eksperimen berdasarkan angket memiliki rata-rata 78,64 %, sedangkan kelas kontrol 59,82 % dengan nilai probabilitas (p) 0,000. Dari hasil analisis berdasarkan lembar observasi kelas kontrol sebesar 78,08 %, sedangkan kelas kontrol 65,5 % dengan nilai probabilitas 0,000. Dari hasil analisis tersebut membuktikan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran Make A Match. Disarankan bagi guru geografi menggunakan model pembelajaran Make A Match untuk kelas yang siswanya pasif. Dalam membentuk kelompok guru harus memperhatikan kemampuan setiap siswanya. Setiap kelompok harus memiliki kemampuan yang heterogen. Dalam inti kegiatan pembelajaran guru harus mengkondisikan siswa, karena dalam model pembelajaran ini siswa harus lebih fokus kepada materi yang diajarkan.