SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Minat belajar dan Kemampuan Berpikir kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Pacet

adhyta satya widyananda

Abstrak


ABSTRAK

Widyananda, Adhyta Satya. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI)Terhadap Minat Belajar danKemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS SMANegeri 1 Pacetpada Pelajaran Geografi. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hendri Purwito, M.Si. (II) Purwanto, S.Pd., M.Si.

Kata Kunci: model pembelajaran group investigation(GI), minatbelajar, dan kemampuan berpikir kritis.

Minat dan kemampuan berpikir kritis siswa sangat penting dalam proses pembelajaran. Minat dan kemampuan berpikir kritis siswa SMA Negeri 1 Pacet tergolong rendah, karenaketerlibatan siswa dalam proses pembelajaran sangat minim. Kondisi ini membuat siswa menjadi bosan atau siswa kurang tertarik dengan pembelajaran geografi, sehingga minat dan kemampuan berpikir kritis siswa tidak berkembang. Dipilihnya model pembelajaran Group investigation karena model ini merancang pola pembelajaran yang aktif  dan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.yang dapat meningkatkan minat dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitianini bertujuan untukmengetahui pengaruh model pemelajaran Group Investigation terhadap minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 1 Pacet.

Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest karena perlakuan yang diberikan pada subjek penelitian tidak dapat dikendalikan sepenuhnya. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengukur minat belajar  dan soal esai untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan Independent Sample t-Test dengan bantuan program program SPSS 16.00 for Windows.

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dari model pembelajaran Group Investigation terhadap minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pacet, dengan nilai rata-rata posttest angket sebesar 56,35 untuk kelas kontrol, dan 60,13 untuk kelas eksperimen. Nilai rata-rata  posttest soal adalah 51 untuk kelas kontrol dan 56 untuk kelas eksperimen, Model pembelajaran Group Investigation memiliki kelebihan mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan lebih bermakna. Artinya siswa dituntut selalu berpikir tentang suatu persoalan dan mereka mencari sendiri secara penyelesaiannya, sehingga bisa lebih meningkatkan minat dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Saran untuk guru agar mendapatkan hasil yang maksimal adalah seharusnya guru waktu siswa terjun langsung di lapangan hendaknya memantau kegiatan siswa dengan sungguh-sungguh, supaya siswa bisa fokus sama apa yang akan di investigasi, jika siswa fokus dengan apa yang di investigasi maka akan tercapai pembelajaran Group Investigationdengan baik dan maksimal.