SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Geografi Siswa MAN 1 Malang melalui Penerapan Pembelajaran Model Team Assisted Individualization (TAI)

Renni Ayu Anggraeni

Abstrak


ABSTRACT

 

Anggraeni, Renni Ayu. 2016. Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Geografi

Siswa MAN 1 Malang melalui Penerapan Pembelajaran Model Team

Assisted Individualization (TAI). Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi

Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.

Yuswanti Ariani W., M.Si., (II) Drs. Yusuf Suharto, M.Pd.

Kata Kunci: Keaktifan, Hasil Belajar, Team Assisted Individualization (TAI)

 Kurikulum 2013 lebih menekankan siswa untuk berperan aktif dalam

proses pembelajaran. Salah satu lembaga pendidikan yang sudah menerapkan

kurikulum 2013 adalah MAN 1 Malang. Berdasarkan pengamatan, walaupun

telah menerapkan kurikulum 2013, proses pembelajaran di kelas XI-IIS 1

mayoritas siswanya masih kurang aktif saat proses pembelajaran berlangsung.

Perolehan nilai rata-rata ulangan tengah semester siswa adalah 60,6 dimana KKM

yang diterapkan adalah 75. Dari 25 siswa hanya terdapat 3 siswa yang mendapat

nilai diatas KKM. 

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang secara

garis besar ada 4 tahapan yang harus dilaksanakan. Tahapan yang harus dilalui

meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tujuan dari

penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar geografi

siswa kelas XI-IIS1 MAN 1 Malang melalui penerapan model Team Assisted

Individualization (TAI). Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus dimana masingmasing

siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan

dengan menggunakan lembar observasi, soal tes dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Team Assisted

Individualization (TAI) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Rata-rata

keaktifan siklus I sebesar 73,96 kemudian pada siklus II meningkat menjadi

82,96. Sedangkan rata-rata hasil belajar juga mengalami peningkatan dari siklus I

76,12 kemudian meningkat menjadi 82,92 pada siklus II. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Team Assisted

Individualization (TAI) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa

kelas XI-IIS1 MAN 1 Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan,

maka peneliti memberikan saran: (1) Bagi peneliti selanjutnya dapat menerapkan

model Team Assisted Individualization (TAI) dalam pembelajaran Geografi pada

materi selain potensi geografis Indonesia untuk meningkatkan keaktifan dan hasil

belajar siswa. (2) Bagi guru geografi, model Team Assisted Individualization

(TAI) dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat

membantu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. (3) Bagi sekolah,

penggunaan model Team Assisted Individualization (TAI) dapat menjadi salah

satu alternatif pilihan model pembelajaran yang dapat digunakan untuk perbaikan

mutu dan kualitas pembelajaran. (4) Bagi siswa, pembelajaran dengan model

Team Assisted Individualization (TAI) dapat membantu meningkatkan keaktifan

 

belajar dan hasil belajar siswa.