SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISISPERUBAHAN KEPENDUDUKAN TERHADAP KEBUTUHANPANGANTAHUN 2015-2040 DI KABUPATEN KEDIRI SEBAGAI EVALUASI PROGRAM KETAHANAN PANGAN

Hendra Dwi Purnama

Abstrak


ABSTRAK

Purnama, Dwi Hendra. 2016. Analisis Perubahan Kependudukan Terhadap Kebutuhan Pangan tahun 2015-2040 di Kabupaten Kediri Sebagai Evaluasi Program Ketahanan Pangan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos, (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si.

Kata Kunci: Perubahan Kependudukan, Kebutuhan Pangan, Ketahanan Pangan

Jumlah penduduk yang semakin bertambah akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti tidak tersedianya kebutuhan pangan terutama beras. Kabupaten Kediri adalah kabupaten yang menunjukan permasalahan tersebut. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah penduduk Kabupaten Kediri selalu mengalami peningkatan dan diimbangi dengan naiknya kebutuhan beras, sementara itu produksi beras menunjukan tren penurunan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jumlah dan Komposisi penduduk Kabupaten Kediri tahun 2015-2040; (2) Produksi beras di Kabupaten Kediri tahun 2015-2040; (3) Kebutuhan beras di Kabupaten Kediri tahun 2015-2040; (4) Rasio Produksi Beras dan Kebutuhan Beras di Kabupaten Kediri tahun 2015-2040. Penelitian ini merupakan analisis dengan menggunakan data sekunder dengan jenis penelitian Kuantitatif dan pendekatan deskriptif menggunakan analisis data dengan software spectrum modul demographic projection dan RAPID.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya (1) Jumlah dan komposisi penduduk di Kabupaten Kediri bersasarkan proyeksi penduduk tahun 2015-2040 selalu mengalami perubahan. Pada tahun 2015 Jumlah penduduk di Kabupaten Kediri 1.502.232 jiwa dan pada tahun 2040 jumlah penduduk di Kabupaten Kediri 1.587.857 jiwa. (2) Produksi beras di Kabupaten Kediri berdasarkan hasil proyeksi tahun 2015-2040 selalu mengalami peningkatan, dari 189.343,7 ton pada tahun 2015 menjadi 138.955,9 ton pada tahun 2040 (3) Kebutuhan beras di Kabupaten Kediri berdasarkan hasil proyeksi mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Pada tahun 2015 Kebutuhan beras di Kabupaten Kediri sebesar 165.889,6 ton meningkat pada tahun 2040 menjadi 175.345,1 ton. (4) Rasio Produksi beras dan Kebutuhan beras pada tahun 2015-2020 Kebutuhan beras masih tercukupi, tahun 2025-2040 Kebutuhan beras tidak dapat tercukupi. Tahun 2015 rasio produksi beras dengan kebutuhan beras surplus 23.454,1 ton dan pada akhir proyeksi tahun 2040 defisit 36.389,2 ton.

Berdasarkan hasil diatas adapun rekomendasi yang bisa dijadikan pertimbangan adalah (1) Pemerintah Kabupaten Kediri beserta pihak terkait seperti BPPKB Kabupaten Kediri beserta BKKBN harus menekan laju pertumbuhan penduduk di tahun mendatang. (2) Pemerintah Kabupaten Kediri beserta Dinas Pertanian Kabupaten Kediri harus meningkatkan produksi beras. (3) Kebutuhan beras yang besar harus ditekan sehingga konsumsi per kapita akan beras menurun. (4) Produksi beras harus disesuaikan dengan kebutuhan beras dan jumlah penduduk di Kabupaten Kediri.

Purnama, Dwi Hendra. 2016. Analysis of Population Change towards the Food Needs on 2015-2040 in Kediri Regency as the Evaluation of Food Tenacity Program. Thesis, Geography Department, Faculty of Social Science, State University of Malang, Advisors (I) Prof. Dr. Budijanto, M.Sos,(II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si.

Keywords: Population Change, Food Needs, Food Tenacity.

The numbers of people that becoming increased by the time will cause various problem like the short storage of the food necessity. One of the main food needs in Indonesia is rice. Kediri Regency is one of the cities that have this problem. On about the last five years the number of the population increase and it is balanced by the increasing of rice needs, while the production of the rice production is showing the degradation in number.

This study is aiming to know: (1) The number and composition of the population in Kediri Regency in 2015-2040; (2) The Rice Production in Kediri Regency year 2015-2040; (3) Rice needs in Kediri Regency year 2014-2040; (4) The Ration of Rice Production in Kediri Regency year 2015-2040. This study is an analysis by using the secondary data and quantitative as the method and also descriptive approach by using data analysis using software spectrum module of demographic projection and RAPID.

The result of the study showed that (1) The number and composition of the population in Kediri Regency based on the population projection of 2015-2040 are always changing. By 2015 the total population of 1,502,232 inhabitants Kediri Regency and by 2040 the population of 1,587,857 inhabitants Kediri Regency. (2) Production of rice in Kediri Regency based on the results of the 2015-2040 projection is always increased, from 189,343.7 tons in 2015 to 138,955.9 tons in 2040 (3) The need for rice in Kediri Regency based on the projected increase in line with the increase of population. By 2015 the need for rice in Kediri Regency amounted to 165,889.6 tons increased in 2040 became 175,345.1 tons. (4) The ratio of rice production and the need for rice in the rice requirement was fulfilled from 2015 to 2020, the year 2025-2040 rice requirement can not be met. In 2015 the ratio of rice production to the needs of 23454.1 tons of rice surplus and at the end of the projected 2040 deficit of 36389.2 tons.

In accordance with the problems above there are some recommendation that can be the consideration are (1) The Government of Kediri Regency altogether with the related party such as BPPKB Kediri also BKKBN must press the growth rate of population in Kediri in the overcoming year. (2) The government of Kediri Regency works together with the Agriculture Department of Kediri must increase the production of rice in Kediri Regency. (3) The large amount of rice needs must be pressed so that the consumption per capita towards rice will be decreased. (4) The rice production must be suited with the needs of rice and the number of population in Kediri Regency.