SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2016

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) pada materi hidrosfer untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang

ARMANDUS ELU

Abstrak


ABSTRAK

 

Elu, Armandus. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Hidrosfer untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Kelas X.E/Lintas Minat SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (1) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu,M.Si (2) Drs. Didik Taryana, M.Si.

Kata Kunci:Model pembelajaran Problem Based Learning, berfikir kritis, Hidrosfer.

Kemampuan berfikir kritis siswa kelas X.E/Lintas Minat di SMAN 9 Malang cenderung rendah, dapat diketahui berdasarkan hasil pengamatan siswa masih cenderung menghafal konsep, bersikap pasif, menyampaikan ide, argumen hanya sebatas pemahaman tanpa melakukan suatu analisis terutama pemecahan masalah. Kemampuan berfikir berpengaruh terhadap hasil kerja siswa. Berdasarkan nilai UTS semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 dari 32 siswa di kelas X.E terdapat satu siswa yang memperoleh nilai di atas KKM. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa kelas X.E/Lintas Minat di SMAN 9 Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanan, observasi, refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas X.E/Lintas Minat sebagai subjek penelitian dengan jumlah siswa 32 orang. Data dalam kegiatan ini berupa data kemampuan berfikir kritis. Instrumen yang dipakai dalam kegiatan penelitian ini berupa tes dan lembar pengamatan kemampuan berfikir kritis. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dan tes akhir setiap siklus.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan hasil kemampuan berfikir kritis pada kelas X.E/Lintas Minat SMA Negeri 9 Malang. Nilai persentase aktivitas kemampuan berfikir kritis siswa dari semua indikator pada siklus I 44,39 %. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 67,67%. Sedangkan nilai persentase tes akhir siklus pada siklus I 75% , pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 86%. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa kelas X.E/Lintas Minat SMA Negeri 9 Malang

Pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Oleh karena itu perlu diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning pada kegiatan pembelajaran dikelas. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learningperlu dilakukan inovasi baru untuk ketercapaian siswa dengan baik pada setiap indikator kemampuan berfikir kritis.